BATAM TERKINI

Tak Pernah Mengeluh, Malam Sebelum Meninggal Pramuji Masih Sempat Ambil ATM

Badrudin mengaku masih syok setelah melihat kenyataan temannya yang selama ini dikenal baik meninggal di depan kamar mess tempat mereka bekerja dan ti

Tak Pernah Mengeluh, Malam Sebelum Meninggal Pramuji Masih Sempat Ambil ATM
TRIBUNBATAM.id/IAN PERTANIAN
Mayat Pramuji yang meninggal di PT Djitoe Mesindo Tanjunguncang. 

Tak Pernah Mengeluh, Malam Sebelum Meninggal Pramuji Masih Sempat Ambil ATM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badrudin mengaku masih syok setelah melihat kenyataan temannya yang selama ini dikenal baik meninggal di depan kamar mess tempat mereka bekerja dan tinggal.

Selama ini Pramuji Hardo (48), dikenal baik.

"Masih gemetar rasanya, selama ini dia tidak pernah mengeluhkan apa apa, bahkan tadi malam kami masih satu motor pergi ke ATM ambil uang," kata Badrudin, Selasa (26/3/2019).

Dia mengatakan, Pramuji merupakan anak lama di PT Djitoe Mesindo Tanjunguncang rekrutmen dari Solo.

"Dia itu teknisi dia direkrut dari Solo, semua keluarganya ada di Kampung, makanya hari hari kita sama sama, karena sama sama tinggal di mess," kata Badrudin.

Badrudin mengaku sempat melihat Pramuji bernafas, namun saat dirinya memanggil kawannya yang lain dan sekuriti perusahaan, Pramuji sudah tidak bernyawa.

"Sedih juga tadi saya nangis aja," kata Badrudin.

Harga Tiket Mahal, Tiap Hari 8 Hingga 12 Penerbangan dari Bandara Hang Nadim Dibatalkan

Uang Rp 80 Juta Milik Bos Sembako lenyap Dalam 10 Menit, Dua Pelaku Masuk Dengan Merusak Pintu Rumah

BISA DICOBA! Makan Bawang Putih dan Madu Selama 7 Hari Saat Perut Kosong, Ini Khasiatnya!

Tawarkan Kerja di Medsos, Dijebak & Pekerjakan di Pijat Plus-plus Remaja Ini Dihukum 5 Tahun Penjara

Sementara di tempat terpisah Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan mayat korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

"Dari hasil pantauan di lapangan dan keterangan saksi tidak ditemukan hal hal yang mencurigakan," kata Syafruddin.

Dia juga mengatakan dari kamar mes karyawan ditemukan banyak obat.

"Kita juga sudah dapat informasi dari keluarga di Solo bahwa korban ada riwayat penyakit jantung jadi keluarga juga meminta agar mayat langsung dikirim ke Kampung,"kata Syafruddin.

Dia mengatakan hati ini mayat akan dikirim ke Kampung halamannya di Solo.

"Sekarang pihak perusahaan sedang mengurus mayat di rumah Sakit Bayangkara Polda Kepri,"kata Syafruddin. (tribunbatam.id/ian pertanian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved