Rabu, 29 April 2026

Ya Allah, Bukakan Hati Orangtua Saya Supaya Mengizinkan Saya Pindah ke Sekolah Lain

Dugaannya, bocah itu dipukuli dengan pipa air oleh seorang asisten pengasuh di sebuah madrasah swasta di Kota Tinggi, Negara Bagian Johor

Editor: Mairi Nandarson
MAP
Peta daerah Kota Tinggi di Johor, Malaysia 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KOTA TINGGI - Seorang siswa Madrasah di Malaysia yang kedua kakinya diamputasi setelah insiden pemukulan yang dilakukan staf sekolah, dilaporkan telah meninggal dunia.

Sebelumnya anak laki-laki berusia 11 tahun itu mengalami koma, setelah diduga mengalami penyiksaan.

Dugaannya, bocah itu dipukuli dengan pipa air oleh seorang asisten pengasuh di sebuah madrasah swasta di Kota Tinggi, Negara Bagian Johor.

Sang ayah mengukuhkan kematian putranta, Rabu (26/4/2017).

Baca: Singkirkan Bayern Muenchen, Borussia Dortmund Rebut Tiket Final DFB Pokal

Baca: Ngeri! Polisi Tembak Anak Kandung hingga Tewas di Bengkulu, Sempat Dikira Pencuri

Saat itu anggota keluarga sedang menggelar doa untuk memohon kesembuhan. Demikian dikatakan sang ayah seperti dilaporkan surat kabar The Star.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, bocah ini telah dijadwalkan akan menjalani amputasi tangan. 

Menanggapi kasus ini, kepolisian setempat mengatakan, korban bersama 14 teman sekelas dipukuli dengan selang air pada 24 Maret, karena membuat gaduh di aula sekolah.

Catatan harian korban menyebut, jika seorang siswa membuat kesalahan di sekolah swasta itu, maka seluruh siswa akan dihukum.

Dikatakan, mereka rela mendapat giliran pertama untuk dipukuli agar bisa tidur cepat karena harus bangun pukul tiga pagi untuk shalat subuh.

Baca: Surat Bakal Dibaca Saat Paripurna, DPR Ngotot Gunakan Hak Angket

"Ya Allah, bukakan hati orangtua saya supaya mereka mengizinkan saya pindah ke sekolah lain karena saya tidak betah di sini," demikian bunyi catatan harian yang dikutip surat kabar Malay Mail.

Kepala sekolah menolak memberikan keterangan terkait dugaan pemukulan itu dengan alasan polisi tengah mengadakan penyelidikan.

Asisten pengasuh yang dituduh memukuli telah ditangkap dan polisi telah memeriksa rekaman CCTV yang menunjukkan dugaan penyiksaan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved