Sabtu, 9 Mei 2026

Teror Bom di Masjid Mesir

SADIS! Setelah Bom Meledak, Pelaku Teror Menembaki Jemaah yang Berlarian Dari Dalam Masjid

Selain meledakkan bom dan menembaki para jemaah, pelaku juga membakar sejumlah kendaraan di jalanan untuk memblokade kemungkinan ada serangan balasan.

Tayang:
AFP
Mayat korban bom bergelimpangan di dalam Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, sebelum dievakuasi oleh petugas ke rumah sakit. Serangan bom kelompok teroris di kawasan Sinai Utara, Mesir ini, menewaskan sedikitnya 235 orang tewas dan 125 orang luka. 

Kelompok ISIS menilai para sufi sebagai orang sesat karena mencari syafaat orang-orang kudus.

Bulan lalu, kelompok ISIS ini menculik dan memancung seorang pemimpin sufi tua, menuduhnya melakukan sihir yang dilarang oleh Islam.

Mereka juga menculik para praktisi sufi kemudian dibebaskan setelah “bertobat”.

Tak hanya kelompok sufi, ISIS juga Ktelah membunuh lebih dari 100 orang Kristen dalam pemboman gereja dan penembakan di Sinai sehingga dmemaksa banyak orang melarikan diri dari semenanjung tersebut.

Pemerintah Mesir langsung mengumumkan masa berkabun nasional selama tiga hari terkait serangan tersebut.

Presiden Abdel-Fattah el-Sissi langsung mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat keamanan.

Para militer juga langsung melakukan tindakan pengamanan tingkat tinggi di sejumlah wilayah Mesir.

Bandara internasional Kairo juga meningkatkan keamanan setelah serangan tersebut.

Banyak tentara dan polisi terlihat berpatroli di aula penumpang, melakukan pencarian dan melakukan pemeriksaan pos pemeriksaan di bandara.

Kelompok ISIS di wilayah itu awalnya menyerang tentara dan polisi di semenanjung yang berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza.

Namun, sejak Kairo memperketat wilayah strategis tersebut, serangan kemudian dialihkan ke rakyat sipil.

Mereka tidak hanya menyerang kelompok sufi dan Kristen, tetapi juga penduduk Badui Sinai yang dituduh bekerja sama dengan militer.

Selain ISIS, Mesir juga masih menghadapi ancaman teror dari kelompok eks al-Qaeda yang saat ini masih membuat gerakan di di negara tetangga Libya.

Sebuah kelompok yang menamakan dirinya Ansar al-Islam mengklaim sebuah penyergapan bulan Oktober laslu di Gurun Barat Mesir yang menewaskan setidaknya 16 polisi.

Militer Mesir langsung melakukan pembalasan dengan serangan udara dan menewaskan pimpinan mereka, Emad al-Din Abdel Hamid yang berafiliasi dengan Al Qaeda di markas militan Libya, Derna.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved