Perang Suriah

Demi Perlindungan, Qatar Harus Bayar Pasukan AS yang Ada di Suriah atau Ini Konsekuensinya

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyatakan Qatar harus membayar biaya penempatan pasukan AS di Suriah.

Demi Perlindungan, Qatar Harus Bayar Pasukan AS yang Ada di Suriah atau Ini Konsekuensinya
AFP / Navy Media Content
Kapal induk AS USS Harry S Truman dikabarkan sudah dikirim ke wilayah timur Laut Tengah diduga mempersiapkan serangan terhadap Suriah 

TRIBUNBATAM.id, RIYADH - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyatakan Qatar harus membayar biaya penempatan pasukan Amerika Serikat ( AS) di Suriah.

Dilansir Middle East Monitor Rabu (25/4/2018), pernyataan Jubeir itu merespon ucapan yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam konferensi gabungan bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron, Trump menyebut bahwa sebagian negara kaya yang ada di Timur Tengah bisa bertahan karena dukungan AS.

"Mereka tidak akan bertahan lebih dari seminggu jika kami tidak ada. Jadi, sudah saatnya bagi mereka untuk membayar apa yang sudah terjadi," kata Trump dikutip Al Jazeera.

Al Jazeera melaporkan, pernyataan Trump itu terjadi setelah dia mewacanakan penarikan militer Negeri "Paman Sam" dari Suriah.

Arab Saudi melalui Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) menyatakan harapannya agar militer AS tetap bertahan di Suriah.

Baca: MARAH, Suriah Balikkan Legiun Kehormatan dari Perancis padahal Itu Penghargaan Napoleon Bonaparte

Baca: Dibawah Perjanjian Beirut-Damaskus, Ratusan Pengungsi Suriah Mulai Kembali ke Tanah Air Mereka

Baca: Tiga Target yang Digempur AS CS di Suriah Ini Luluh Lantak, Ini Penampakan Before dan Afternya

Menurut MBS, kehadiran pasukan AS di sana merupakan upaya terakhir untuk mencegah Iran yang terus-menerus berusaha memperluas pengaruhnya di Timur Tengah.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved