BATAM TERKINI

Warga Mengaku Resah, Polisi Tertibkan 'Pak Ogah' di Sekupang

Kepolisian Polsek Sekupang melakukan penertiban 'Pak Ogah' di Wilayah Sekupang, Batam, Kamis (1/11/2018) kemarin.

Warga Mengaku Resah, Polisi Tertibkan 'Pak Ogah' di Sekupang
TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepolisian Polsek Sekupang melakukan penertiban 'Pak Ogah' di Wilayah Sekupang, Batam, Kamis (1/11/2018) kemarin.

Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fahroji menuturkan, bahwa kegiatan penertiban pak Ogah ini adalah perintah lisan Kapolresta Barelang.

Selain itu, berdasarkan adanya bukti laporan warga masyarakat Sekupang terhadap aktivitas pak Ogah di putaran jalan atau U Turn.

"Jadi penertiban ini atas dasar UU No 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia," terang Oji, Jumat (2/11/2018).

Oji menjelaskan, 'Pak Ogah' adalah istilah untuk menyebut orang yang berada di putaran jalan membantu memuluskan jalan bagi pengemudi yang ingin memutar haluan, dengan cara memberhentikan atau memperlambat arus lalu lintas yang sedang melaju.

Baca: Berstatus Tersangka Penganiaya Wanita, Saddil Ramdani Terancam Dicoret dari Piala AFF 2018

Baca: Pipa ATB Bolak-balik Kena Garuk Alat Berat, DPRD Bakal Panggil Dinas Binamarga dan Kontraktor

Baca: Lewat Depan Rumah Korban Lion PK-LQP, Warga Turun dan Jalan Sambil Tuntun Motor. Lihat Videonya!

Baca: BERITA PERSIB - Usung Misi Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC, 2 Pemain Absen Jadi Kendala?

Adapun sasaran titik yang dilakukan penertiban 'Pak Ogah' yaitu di Pemutaran (U Turn) Simpang Princes, depan Tiban Centre, KFC Tiban, Pasar Cipta Puri dan depan Kartini serta masih banyak titik lainnya.

Kegiatan berlangsung mulai dari Pukul 08.00 WIB s/d 10.00 WIB dan mulai lagi pukul 16. 00 s/d 18.00 WIB.

Atas kegiatan penertiban itu pihak kepolisian mengamankan 2 orang 'Pak Ogah', yaitu Antoni di Simpang Princes dan Budianto di simpang Tiban Center.

"Nah setelah kami amankan, para 'Pak Ogah' ini kami berikan arahan dan nasehat dengan membuat pernyataan dan dokumentasi serta melaporkan kepada pimpinan,"ungkap Oji.

Masih Oji, dilihat dari sisi keselamatan berkendara, keberadaan 'Pak Ogah' sangat rawan, karena mereka tidak dibekali satupun pengetahuan soal keselamatan lalu lintas.

"Mereka tidak tahu yang mana harus diprioritaskan dan memprioritaskan orang lain, ini sangat rawan," imbuhnya.

Oji menambahkan, bahwa dirinya meminta ke masyarakat untuk tidak memberi uang atau tip ke para Pak Ogah di jalan,khususnya di wilayah Sekupang.

"Kami harap ke masyarakat, jangan memberi mereka uang berapapun itu jumlahnya, karena itu mereka suka dan akan membuat mereka malas, dan terus menjadi Pak Ogah," jelasnya. (*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved