Tiga Hari Lagi Tak Berlaku, Ini Deretan Uang Lama yang Harus Segera Ditukar Sebelum 1 Januari 2019

BI menambahkan, bagi yang masih memiliki uang pecahan rupiah yang dimaksud, diharap segera menukarkan di Bank Indonesia.

Tiga Hari Lagi Tak Berlaku, Ini Deretan Uang Lama yang Harus Segera Ditukar Sebelum 1 Januari 2019
THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDI
Ilustrasi rupiah 

Penjual yang wanita mengenakan batik dan sanggul di kepala.

Para pedagang akan menyambut ramah pengunjung, Masyarakat dapat membeli makanan menggunakan blongkeng dan duduk menikmatinya di bangku-bangku bambu atau tethekan di dalam pasar.

Ari Fianto, Pengelola Pasar Kebon Watu Gede, menceritakan, awal mula pasar ini dibangun dari ide dan gagasan para pemuda Karangtaruna Desa Jetak.

Mereka ingin membuat suatu pasar tradisional yang khas dan berbeda dari pasar yang lain.

Pasar ini berkonsep seperti pasar jadul yang akan menarik minat wisatawan untuk datang.

"Awalnya dari karangtaruna Desa Jetak, biar ada kegiatan mencari kegiatan yang orientasinya mensejahterakan masyarakat sekitar. Lalu kami mencari ide, dan ketemulah pasar kebon watu gede ini," ujar Ari.

Dikatakannya, di pasar ini pengunjung ditawarkan beragam makanan dan minuman tradisional.

Ada juga produk kerajinan dan mainan anak jaman dulu.

Semuanya dibuat oleh masyarakat lokal di Desa Jetak, termasuk besek atau wadah dari bambu, juga dibuat oleh masyarakat di sini, sebagai wadah pengganti plastik.

"Besek ini dipakai untuk mengganti bungkus plastik. Kami ingin membuat pasar yang juga ramah lingkungan."

"Kita ingin berkampanye pengurangan penggunaan plastik, sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan," kata Ari.

Pasar yang berdiri sejak Februari 2018 ini, hanya diadakan saat hari Minggu Legi atau Pahing.

Hal ini bertujuan sebagai kearifan lokal dengan menggunakan pasaran Jawa sebagai jadwal pasar.

Selain itu untuk menghormati kegiatan masyarakat di sekitar pasar, seperti pengajian ataupun kerja bakti warga desa.

Selama sembilan bulan Pasar ini berjalan, dampaknya begitu terasa, baik dari segi pariwisata yang semakin berkembang, dan ekonomi warga sekitar yang juga meningkat.

Kurang lebih ada 60 pedagang yang ada di Pasar Kebon Watu Gede, dan semuanya berasal dari masyarakat lokal.

Belum lagi, dampak ke warung-warung di sekitar pasar, dan pendapatan desa dari parkir kendaraan.

Promosi wisata dilakukan menggunakan sosial media.

Pengelola pasar berjejaring dengan para penggiat wisata yang aktif di media sosial untuk mempromosikan pasar Kebon Watu Gede.

Promosi pun cukup berhasil, sampai pasar ini dijuluki pasar digital karena sangat dikenal di dunia maya.

Pengembangan pariwisata pun akan terus dilakukan di Pasar Kebon Watu Gede.

Pengelola bahkan tengah menyiapkan konsep wisata yang baru, dengan memanfaatkan potensi alam yang masih indah dan asri di sekitar pasar Kebon Watu Gede.

"Kami ingin lebih mengembangkan potensi wisata yang ada di sini. Potensi alam akan dikembangkan."

"Keberadaan pasar, ini juga sedikit banyak turut mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Magelang, sehingga wisatawan akan berdatangan di sini. Pariwisata akan terus maju dan berkembang," kata Ari.

Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang, Zumrotun Rini Sulistyowati, mengatakan, konsep dari pasar ini sangat unik dengan menyematkan nuansa pasar tradisional sehingga wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Pasar Kebon Watu Gede.

"Konsep ini sangat unik, dan berbeda dengan pasar lain."

"Pengelola membuat pasar bernuansa kuno, sekaligus sebagai spot wisata. Adanya gubuk-gubuk tradisional, makanan tradisional, minuman tradisional, pernak-pernik hasil dari masyarakat, semua membuat pasar ini menjadi destinasi wisata yang menarik di kunjungi," kata Zumrotun.

Keberadaan dari pasar Kebon Watu Gede ini juga menambah destinasi wisata pilihan yang ada di Kabupaten Magelang, khususnya di daerah utara yang saat ini memang tengah dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Hal ini akan mendorong destinasi wisata lain yang ada di sana dapat tumbuh dan bermunculan.

"Keberadaan pasar ini dapat meningkatkan promosi wisata di sekitar lereng Sumbing, dimulai dari Pasar Kebon Watu Gede, Bandongan, merambah ke destinasi wisata yang lain di sekitar sumbing," katanya.

Kegiatan malam hari juga diadakan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan.

Seperti event Kebon Wengi Watu Gede yang diadakan pada Sabtu (22/12) dan Minggu (23/12), menyuguhkan pertunjukkan kesenian seperti Sendratari Manohara dan obar-abir, kemudian konser musik, dan atraksi wisata pelepasan lampion.

"Kita membuat kegiatan di malam hari, ini agar lama tinggal wisatawan dapat meningkat. Secara keseluruhan kami ingin event ini terus berkembang dengan pesat, pasar digitalnya lebih luas lagi dan banyak dikenal, dan banyak yang datang kesini, dan untuk kita meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya. (TribunWow.com/Qurrota Ayun)

*Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Daftar Uang Kertas Rupiah Ini Tak Berlaku Mulai 1 Januari 2019, Segera Tukarkan di Bank Indonesia!

Editor: Tri Indaryani
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved