Harga Menggiurkan, Warga Satu Dusun di Sragen Beramai-ramai Jadi Pemburu Kelabang

"Jika ada ular, saya mending lari. Digigit kelabang paling bengkak, digigit atau dibelit ular bisa mati," ujarnya terkekeh.

Harga Menggiurkan, Warga Satu Dusun di Sragen Beramai-ramai Jadi Pemburu Kelabang
tribunjogja
Ilustrasi kelabang yang banyak dicari orang, salah satunya untuk obat. 

Sebenarnya pengepul juga menerima ular jika ada pemburu yang mendapatkan ular saat mencari kelabang.

Namun, kalau menemui ular Dika memilih tidak menangkapnya.

"Jika ada ular, saya mending lari. Digigit kelabang paling bengkak, digigit atau dibelit ular bisa mati," ujarnya terkekeh.

Dia jarang mencari kelabang sendirian, apalagi di luar daerah.

Dika lebih suka mencari kelabang dengan temannya, dua hingga tiga orang. Tak jarang pula bersama sang ayah.

"Saya pasti bawa teman. Takutnya kalau sendiri pas ada kejadian yang tidak diinginkan, tak ada yang menolong," jelasnya.

Tak banyak pula teman yang dia ajak.

Pasalnya, semakin banyak teman saingannya mencari, maka hasil perburuan pun menjadi sedikit.

Tidak inginkah bekerja selain mencari kelabang?

"Ya, jelas ingin. Tidak blusukan ke ladang atau alas seperti sekarang. Tapi saya lebih berat keluarga saya karena pernah merantau," terang dia.

Halaman
1234
Editor: Purwoko
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved