Polisi Sita 2 Senpi dan 1.425 Amunisi saat Geledah Rumah Dodi Shah, Pengusaha di Medan

Penggeledahan yang dilakukan oleh Polda Sumut di kantor Kantor PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) menemukan senjata api lengkap dengan amunisinya

TRIBUN MEDAN/HO HUMAS POLDA SUMUT
Dokumen, senjata api dan amunisi yang ditemukan di kamar pribadi Dody saat digeledah DitKrimsus Polda Sumut, Rabu (30/1/2019) 

"Penetapan tersangka mulai hari ini sejak dilakukan pemeriksaan. Jadi kemarin kan sudah diamankan. Setelah sebelumnya ia tidak memenuhi dua kali panggilan yang telah ditayangkan Polda Sumut," sambungnya.

Tatan menjelaskan yang bersangkutan Dodi diamankan dan dilakukan pemeriksaan sampai dengan tadi siang dan dilanjutkan pengeledahan baik di TKP rumah di Komplek Cemara Asri maupun di Kantor PT ALAM di Jalan Sei Deli Medan.

"Kemudian kita lakukan gelar perkara hingga statusnya yang bersangkutan naik menjadi tersangka. Tapi, status tersangka yang bersangkutan masih dikenakan wajib lapor," ungkap Tatan.

Sejumlah kepolisian Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penggeledahan terhadap kantor PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) milik Dodi Shah di Jalan Sei Deli, Medan, Sumatra Utara, Rabu (30/1/2019). Penggeledahan tersebut dilakukan terkait alih fungsi hutan lindung menjadi perkebunan sawit di Kabupaten Langkat.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN)

Ditanya, apakah ada kemungkinan tersangka lain, Tatan mengaku sampai saat ini masih terus dilakukan penyelidikan.

"Sementara masih satu, nanti kalau berkembang lagi akan segera disampaikan," jelas Tatan.

Dodi diamankan, setelah sebelumnya ia tidak memenuhi dua kali panggilan yang telah dilayangkan Polda Sumut. Setelah diamankan, Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penggeledahan terhadap kedua lokasi itu.

Melansir kompas.com, Komisaris PT ALAM Anif Shah yang merupakan ayah dari Dodi Shah bersama mantan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu melakukan penanaman perdana replanting bibit kelapa sawit di areal Koperasi Unit Desa Rahmat Tani (KUD RATA) seluas 1.245 hektar di Desa PIR ADB, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat pada 2013 lalu.

Anif Shah dan keluarganya cukup terkenal. Bisnis mereka meliputi perkebunan dan pabrik kelapa sawit, properti, kompos, SPBU, sarang burung walet, dan mengelola limbah CPO.

Anif mulai dikenal sejak sukses membangun perumahan mewah di Medan yaitu Kompleks Cemara Asri dan Cemara Abadi yang luasnya mencapai 300-an hektare.

Sementara bisnis perkebunan sawit dimulainya pada 1982 saat komoditi ini belum menjadi primadona dan harga tanah masih sangat murah.

Perkebunan perdana dibuka di Kabupaten Langkat, lalu berkembang mulai ke Kabupaten Deliserdang, Mandailing Natal, dan Riau.

Kini diperkirakan luasnya mencapai 30.000 hektar lebih.

Di Kabupaten Langkat, perkebunan yang dikelola PT ALAM diduga masuk ke dalam zona rehabiltasi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

(cr9/akb/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Rumah Pengusaha Ini Digeledah, Ditemukan 2 Pucuk Senjata dan 1425 Amunisi, Tersangka Tak Ditahan

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved