Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Imbas Konversi ke Gas LPG 3 Kg, Minyak Tanah Subsidi Sulit Ditemukan, Warga Kembali ke Kayu Bakar

"Saya takut pakai gas, takut macam yang di tivi-tivi itu, meledak. Namanya juga orang kampung ya, saya sudah biasanya pakai minyak tanah, lebih aman d

Penulis: | Editor: Zabur Anjasfianto
Imbas Konversi ke Gas LPG 3 Kg, Minyak Tanah Subsidi Sulit Ditemukan, Warga Kembali ke Kayu Bakar
TRIBUNNEWSBATAM.COM/ZABUR
Beberapa orang sedang menurun dan menaikan tabung gas elpiji 3 kilogram di pelabuhan rakyat Sagulung

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pasca konversi minyak tanah ke gas subsidi Elpiji 3 kilogram oleh pemerintah pusat, minyak tanah subsidi mulai sulit ditemukan di Karimun.

Mirisnya, masih banyak warga kurang mampu yang belum menerima gas subsidi Elpiji 3 kg sebagai gantinya.

Akibatnya, sejumlah warga mengaku sementara akan memilih kembali ke kayu bakar untuk masak.

Hal itu dikarenakan gas subsidi Elpiji 3 Kg sebagai ganti minyak tanah tidak tahu kapan akan diberikan.

"Minyak tanah kosong, gas belum dapat, ya masak pakai kayu lah, macam mana lagi," kata Sinto, warga Kecamatan Tebing, Minggu (10/3/2019).

Resmikan Kantor Pengawasan SKDP Karimun, Nurdin: Sumber Daya dan Perikanan Harus Dijaga

Tanjungberlian Kota Juara MTQ Kundur Utara, Wakil Bupati Karimun Minta Warga Gemar Baca Alquran

Tidak Lagi Berpatokan BBP, KPU Karimun: Penghitungan Suara Pakai Sistem Liga

Ungkap Curat di Bukit Senang, Kapolsek Tanjungbalai Karimun Prihatin Pelaku Ternyata ABG

Ia mengaku tidak mengerti kenapa minyak tanah subsidi dihilangkan dan diganti dengan gas Elpiji 3 Kilogram. Baginya menggunakan minyak tanah lebih aman dan efektif.

"Saya takut pakai gas, takut macam yang di tivi-tivi itu, meledak. Namanya juga orang kampung ya, saya sudah biasanya pakai minyak tanah, lebih aman dan gampang. Mungkin kalau dapat gas nanti, biar anak atau cucu saya saja yang pakai. Saya masak pakai kayu saja," ujarnya polos.

Berdasarkan catatan Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Pemkab Karimun, sekitar 25 ribu warga diusulkan menerima subsidi gas Elpiji 3 Kg.

Data tersebut sudah diajukan sejak tahun 2018 namun hingga kini belum ada kejelasan apakah disetujui atau tidak.

"Konsultan konversi minyak tanah ke gas 3 kilogram ini hanya melaporkan sekitar 45 ribu warga, sementara fakta di lapangan ada sekitar 70 ribu, berarti ada sekitar 25 ribu lagi yang belum terima, kami sudah usulkan sejak 2018 tapi sampai sekarang masih menunggu," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Karimun, M Yosli.

Imbas program konversi pemerintah pusat tersebut, Yosli mengatakan, Pemerintah Pusat sejak Februari 2019, sudah memangkas kuota minyak tanah subsidi untuk Kabupaten Karimun sebesar 50 persen.

Awalnya Kabupaten Karimun mendapat jatah minyak tanah subsidi sekitar 14.597 ton atau kiloliter. Pasca dipangkas 50 persen, kini menjadi 7.299 kiloliter saja.

Tidak sampai di situ, pemerintah pusat terus melakukan pemangkasan minyak tanah subsidi di Karimun. Mulai Maret ini, dipangkas sebesar 10 persen setiap pekannya.

"Targetnya malah April sudah tidak ada lagi minyak tanah subsidi," kata Yosli.

Hasil Akhir Kalteng Putra vs PSIS Semarang Piala Presiden 2019, Dramatis! Mahesa Jenar Menang 1-0

SEBENTAR LAGI, LIVE STREAMING MOTOGP Qatar 2019, VIDEO Live TRANS 7, START Pukul 21.00 WIB

Diduga Hendak Ledakkan Markas Polisi di Lampung, Detik-detik Terduga Teroris Lampung Ditangkap

KRL Anjlok, PT KAI Janji Tanggung Semua Pengobatan Penumpang Hingga Karyawan yang Menjadi Korban

Meski begitu, Yosli mengatakan minyak tanah tetap akan ada masuk ke Karimun namun jenis non subsidi dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12 ribu per liter. Dibandingkan minyak tanah subsidi, lebih mahal sekitar Rp 3 ribu per liter.

''Karimun minyak tanah subsidi sudah tak ada lagi karena Karimun sudah konversi ke gas, yang ada minyak tanah non subsidi, harganya Rp 12 ribu per liter," kata Yosli.

Yosli mengaku sudah pernah mencoba minta ke BP Migas dan Pertamina agar minyak tanah subsidi tetap masuk ke Karimun namun ditolak dengan alasan Kabupaten Karimun sudah mendapatkan konversi minyak tanah ke gas Elpiji 3 kilogram.

Sementara itu harga isi ulang gas Elpiji 3 Kg di Karimun bervariarsi. Berdasarkan catatan Disperindag dan ESDM Karimun, di pulau Karimun Besar Rp 25 ribu per tabung.

Pulau Kundur, Pulau Durai dan Pulau Buru masing-masing sebesar Rp 26 ribu, pulau Moro Rp 24 ribu dan pulau Belat dan pulau Ungar masing-masing Rp 27 ribu. (yah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved