Kisah Juana Maria, Wanita yang Terdampar & Terisolasi di Pulau tak Berpenghuni Selama 18 Tahun
Kisah Juana Maria, Wanita yang Terdampar & Terisolasi di Pulau tak Berpenghuni Selama 18 Tahun
Tahun 1811-1814, kemungkinan Juana Maria masih anak kecil ketika tragedi sekelompok pemburu menghancurkan penduduk setempat.

Populasi suku yang hanya 300 orang berkurang, pada tahun 1835 dan hanya tersisa 20 orang.
Kemudian, tahun 1835 suku Juana dipindahkan dari San Nicolas.
Namun satu hal yang diketahui adalah Juana Maria tidak dipindahkan dan tertinggal di pulau itu sendirian.
Satu hal yang terjadi saat itu, mungkin Juana tidak ada ketika proses evakuasi lantaran ia keluar mencari anaknya yang hilang.
Kisah lain menyebut Juana Maria melompat dari kapal karena percaya adiknya masuk di pulau itu.
Namun kapal dengan segera meninggalkan San Nicolas karena badai.
Setelah terdampar di pulau tak berpenghuni sendirian, pada 1853 seorang kapten kapal Peores Nada bernama George Nidever menemukan Juana Maria.
Kemudian dia menulisnya di dalam bukunya Kehidupan dan Petualangan George Nidever.
Nidever menggambarkan Juana Maria saat ditemukan sebagai 'wanita tua' yang sibuk membuang kotoran ikan paus.
Alih-alih melarikan diri saat ditemukan, Juana Maria justru tersenyum dan membungkuk, kemudian berbicara pada mereka dengan bahasa yang tidak bisa dipahami.

"Dia berusia sekitar 50 tahun, wajahnya menyenangkan dia terus tersenyum, pakaiannya terdiri dari satu pakaian kulit," tulis catatan Nidever.
Sulit untuk menjelaskan dampak total dari isolasi terhadap jiwa Juana Maria.
Namun banyak disebutkan jika ia berburu anjing laut dan bebek, hingga membuat rumah sendiri.
Saat penyelamat tiba tahun 1853, ia ditemukan telah membangun gubuk dari tulang ikan paus dan mungkin ia juga tinggal di gua sekitar lokasi itu.