OTT KPK DI KEPRI
Sepak Terjang Nurdin Basirun, Sebelum Kena OTT KPK
Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun terjaring dalam operasi tangkap tangan ( OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Kepulauan Riau, Rabu (10/7/2019)
Kebijakan finger print tersebut berdasarkan SK sehinga berdampak pada kinerja kepala dinas. Shalat subuh berjemaah tidak dilaksanakan setiap hari, tetapi hanya pada Jumat.
Kebijakan tersebut untuk mendorong pejabat eselon II shalat berjamaah di masjid sekaligus untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
Namun, banyak pejabat yang enggan shalat subuh berjemaah mengikutiGubernur Kepri Nurdin Basirun dan memilih shalat subuh di masjid dekat rumahnya.
"Shalat itu urusan pribadi kita dengan Allah SWT, bukan karena fingerprint. Shalat tidak perlu ikut gubernur, karena jam kerja pegawai itu 8 jam, dimulai pada pagi hari, bukan subuh hari," kata salah seorang pejabat eselon II.
Penggemar laut yang suka dipanggil kapten
Sebagai anak yang dibesarkan di Kepulauan Karimun yang memiliki banyak pulau kecil, Nurdin gemar mengarungi laut. Dalam beberapa kesempatan, Nurdin menyebut dirinya pelaut karena dia andal mengemudikan kapal.
Pada kunjungan kerja ke Anambas pada pertengahan Maret 2017, Nurdin padat agendanya. Namun, dia ditunggu pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia serta Kemenko Maritim pada hari setelahnya di Jakarta.
Karena perjalanan Anambas-Tanjungpinang memakan waktu 9 jam, sejumlah pihak berinisiatif mencarikan penebangan dengan pesawat dari Palmatak dengan menggunakan pesawat perusahaan migas di sana.
Namun, Nurdin memilih kembali ke Tanjungpinang terlebih dahulu menggunakan kapal. Dia memilih berlayar selama sembilan jam daripada terbang sendiri ke Jakarta.
Selain itu, Nurdin Basirun beberapa kali mengunggah kegiatannya di akun media sosial Instagram @nurdin757.
View this post on InstagramTerima Kasih atas sebuah KARYA SENI LUKIS yang luar biasaa terkhusus untuk saye pribadi.... Panggil sayeee "Capt Nurdin" ... Mantaaappp... #bangden757 #sonya7rii #viralindonesia #narsistrans7 #gubernurzamannow #gubernurpelaut #ekspedisigubernur #ekspedisijalurdarat34gubernur #viralindonesia #pelaut #nawacitajokowi @jokowi #lambeturah????
A post shared by Nurdin Basirun (@nurdin757) on Dec 22, 2018 at 3:00am PST
Dalam akun Instagram tersebut tertulis keterangan sebagai akun resmi Gubernur Kepri yang berkoneksi dengan media sosial Facebook dengan nama yang sama.
Unggahan terakhir akun @nurdin757 pada pada 1 Juli 2019 berisi Nurdin yang sedang memberikan arahan kepada calon pemain 757 Kepri Jaya FC. Dalam unggahan tersebut Nurdin berharap agar mereka dipromosikan naik ke Liga 2 Indonesia.
Akun @nurdin757 pertama kali mengunggah postingan pada 31 Mei 2016 atau beberapa hari setelah Nurdin dilantik menjadi Gubernur Kepulauan Riau menggantikan Sani.