Jumat, 24 April 2026

Diisukan Bangkrut, Ini Jawaban Kementerian BUMN dan Bos PT Pos Indonesia

Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono langsung membantah sekaligus menyebutkan berita-berita tersebut tidak benar.

TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Suasana pelayanan di kantor pos Batam 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) memastikan hingga kini PT Pos Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang sehat dan melakukan transformasi yang meliputi semua aspek baik bisnis, anak usaha, SDM dan keuangan.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan, pihaknya terus mendorong upaya-upaya yang dilakukan Pos Indonesia dalam mentransformasikan usaha mengikuti perubahan lingkungan usaha yang cepat.

Kementerian BUMN juga mengawasi dengan saksama perkembangan Pos Indonesia agar tetap berkarya dan menjalankan fungsinya.

"Kami memastikan bahwa Pos Indonesia masih terus berkarya, hak-hak karyawan dipenuhi. Pos Indonesia adalah perusahaan yang sehat dan melakukan transformasi untuk menjadi BUMN yang lebih kuat dan terus melayani masyarakat hingga ke seluruh pelosok Tanah Air," ujar Harry di Jakarta, Senin (22/7/2019).

 PT Pos Terancam Bangkrut, Gaji Karyawan Pun Harus Pinjam dari Bank, Rieke Semprot Pejabat BUMN

 PT Pos Indonesia Terancam Bangkrut, Rieke Diah Pitaloka: Gaji Karyawan Pun Harus Sampai Pinjam Bank

Juniarto Jadi Orang Dekat Nurdin Basirun, Punya Rumah Mewah dan Dapat Posisi Istimewa di Biro Umum

Diusung Nasdem Jadi Capres 2024, Ini Kata Anies Baswedan

Pos Indonesia diisukan sedang dalam posisi krisis keuangan yang ditengarai akan mengalami kebangkrutan di media sosial.

Namun, Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono langsung membantah sekaligus menyebutkan berita-berita tersebut tidak benar.

Gilarsi mengklarifikasi isu tersebut diawali dari pernyataan DPR RI Ibu Rieke Dyah Pitaloka, yang meminta perlunya perhatian Pemerintah terhadap kondisi Pos Indonesia.

"Kami mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Ibu Rieke Dyah Pitaloka, sebagai wujud pembelaannya kepada Pos Indonesia. Karena memang diperlukan keterlibatan pemerintah untuk melakukan proses penyehatan Pos Indonesia yang sudah lama tertunda," ujarnya.

Namun, tambah Gilarsi, dalam beberapa poin dalam pemberitaan media itu tidak benar, seperti pinjaman bank untuk membayar gaji karyawan.

"Benar, perusahaan perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan. Modal kerja dipinjam dari bank, namun tidak untuk tujuan membayar gaji karyawan," katanya.

Dia mengatakan, perputaran uang di Pos Indonesia per bulan rata-rata sekitar Rp 20 triliun karena pos punya jasa keuangan.

Pos juga mendapat rating A- dari lembaga pemeringkat nasional terkemuka Pefindo.

Menurut dia, perusahaan berupaya dalam menghadapi disrupsi itu tidak unik dan wajar saja.

Untuk menjawab disrupsi yang tengah terjadi beberapa waktu terakhir ini Pos Indonesia sedang melakukan tranformasi bisnis meliputi semua aspek bisnis, SDM, penguatan anak usaha, pengembangan produk baru, dan lain-lain.

Kepergok Disetubuhi Kakak Kelas di Rumah, Siswi SMP Ini Berlari Peluk Ibunya

Tak Tahan Lihat Wanita Menyusui Anaknya, Pria Ini Menyelinap Lalu Gauli Istri Tetangga

Demo Hong Kong yang Makin Brutal Membuat China Daratan Kesal. Akankah Beijing Kerahkan Pasukan?

AWAS Sasar Murid SD, Pemerintah Malaysia Larang Permen Ghost Smoke di Indonesia Videonya Viral

Dengan begitu Gilarsi membantah pernyataan yang menyebutkan Pos Indonesia bangkrut atau pailit. "Ini jelas pendiskreditan tanpa data," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved