Akibat Demo Perdagangan Hong Kong Lumpuh, 'Kami Mungkin Tak Bisa Rayakan Natal'

Dampak protes anti-pemerintah selama delapan minggu terakhir bahkan jauh lebih buruk dibandingkan demo "revolusi payung" tahun 2014

Akibat Demo Perdagangan Hong Kong Lumpuh, 'Kami Mungkin Tak Bisa Rayakan Natal'
South China Morning Post
Demo Hongkong kembali rusuh, polisi membubarkan dengan gas air mata di kawasan Yuen Long, Sabtu (27/7/2019). 

TRIBUNBATAM.ID, HONG KONG - Aksi demo yang sudah berlangsung hampir dua bulan akhirnya menimbulkan korban yang sangat jelas: sektor perdagangan.

Protes yang tak berujung sangat keras memukul kota perdagangan tersebut, menimbulkan krisis kepercayaan dan menakut-nakuti wisatawan pada satu tujuan belanja paling terkenal di dunia.

Terpukulnya perdagangan Hongkong semakin membebani negara semi-otonom itu karena beban hidup yang tinggti di Hong Kong, membuat semuanya menjadi semakin sulit.

Ekonom mengatakan, dampak protes anti-pemerintah selama delapan minggu terakhir bahkan jauh lebih buruk dibandingkan demo "revolusi payung" tahun 2014 yang  melumpuhkan distrik keuangan kota selama 79 hari.

Para Pendemo Hongkong Kuasai Stasiun MRT, Warga Dihalangi Naik Kereta

HONGKONG MENCEKAM! Korban Berjatuhan, Warga Buat Rantai Manusia Lindungi Demonstran dari Polisi

Demo Hongkong Bergeser ke Bandara, Staf Bandara dan Pramugari Ikut Bergabung

Bisnis di kota pelabuhan di pantai China selatan ini menghadapi dua pukulan sekaligus, perlambatan ekonomi akibat perang dagang AS vs China serta aksi demo.

Apalagi, aksi yang awalnya menentang RUU ekstradisi ini kini mengarah pada pembangkangan sipil serta ancaman pemogokan dan boikot serta pemblokiran terhadap berbagai  fasilitas publik.

Salah satu gerai di Hongkong, sepi di saat mereka seharusnya panen pembeli (AFP)

Pada Selasa (30/7/2019) pagi, ratusan pendemo memblokir layanan kereta (MRT), menyebabkan kekacauan karena sekitar satu jam layanan MRT tertundan dan menimbulkan kekacauan.

Asosiasi ritel Hongkong memperingatkan bahwa penurunan penjualan di Hongkong akan mencapai dua digit pada bulan Juli dan Agustus.

"Industri ritel Hong Kong akan terpengaruh baik secara internal maupun eksternal," kata Angela Cheng, ekonom CMB International Capital Corporation Limited seperti dilansir Kantor Berita Reuters.

Cheng telah merevisi perkiraan penjualan ritel 2019-nya turun 10 persen, dua kali lebih dalam dari estimasi sebelumnya.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved