Dalam Sehari Polres Bintan Tangkap Dua Pelaku Pembakaran Hutan Lindung

Dalam sehari Polres Bintan menangkap dua pelaku pembakaran hutan lindung di wilayah Kabupaten Bintan, Jumat (2/8/2019).

Dalam Sehari Polres Bintan Tangkap Dua Pelaku Pembakaran Hutan Lindung
TRIBUNBATAM/AMINNUDIN
Petugas pemadan kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar hutan di sebuah bukit di Toapaya, Bintan, Jumat (11/2/2017) 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kepolisian Resort (Polsek) Bintan Timur mengamankan terduga pembakaran hutan Lindung.

Sebelumnya, Polsek Gunung Kijang juga berhasil mengungkap dan mengamankan seorang pria yang sengaja membakar
hutan di Jalan Berdikari Kampung Jawa Desa Toapaya Utara, Rabu (31/7/2019) lalu.

Pria itu bernama Kasino (48) warga Kampung Sidomulyo Rukun Tetangga (RT) 004/Rukun Warga (RW) 013 Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bintan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Boy Herlambang menjelaskan, saat kebakaran yang menghebohkan warga sekitar, Kasino langsung diamankan warga.

Hasil introgasi penyidik, Kasino mengakui perbuatannya.

Kisah Kakek Penjual Bubur Hidup Sebatang Kara, Jualan Hingga Larut Malam Hanya Satu Pembeli

Harga Bumbu Masak di Batam Berpotensi Naik Selama Agustus

Jelang HUT RI, Banyak Penjual Bendera Musiman Bermunculan, Ini Harga Setiap Bendera

Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp 14.205 per Dolar AS

"Tersangka sengaja membakar tebasan yang sudah kering di sebelah lahannya milik Marisa hingga terjadi kebakaran," kata Boy Herlambang kepada TRIBUNBATAM.id, Jumat (02/8/2019).

Atas perbuatan yang dilakukan pria itu, anggota Polsek Gunung Kijang menetapkan Kasino sebagai tersangka kasus kebakaran hutan.

Tersangka dijerat Pasal 108 Juncto Pasal 69 Ayat 1 huruf F Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

"Kalau untuk ancaman hukumanya minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun penjara," tegas Boy Herlambang.

Sebelumnya, Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Timur mengamankan Rusdiyanto (44) karena diduga membakar hutan lindung di Jalan Nusantara Kilometer 20 Gang Akasia, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur.
Pria yang bekerja sebagai anggota satuan pengamanan (Satpam) di Perseroan Terbatas (PT) Antam merupakan warga Sungai Lekop.
Dia diamankan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bintan Timur lantaran lalai saat membakar sampah di lahan yang dibersihkannya.
Sebab, dia membakar sampah tepat bersebelahan dengan kawasan hutan lindung.
Dia tidak menjaga atau meninggalkan begitu saja lahan tersebut  dan bekerja membersihkan lahan di tempat lain. 
Akhirnya api menjalar ke kawasan hutan lindung sehingga membakar hampir setengah haktere kawasan hutan lindung.
Saat itu juga tersangka mencoba memadamkan api, namun api pun cepat merambat dan membesar hingga membuat warga sekitar khawatir.
"Nah saat itulah warga sekitar berusaha menghubungi pihak kepolisian dan pemadam kebakaran.
Tanpa menunggu lama kita pun turun ke lokasi," terang Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bintan Timur, Ajun Komisaris Polisi (AKP)  Muchlis Nadjar saat menggelar ekspose di Markas Polsek Bintan Timur, Jumat (02/8/2019).
Muchlis juga memberitahu, Rusdiyanto juga mengaku tidak sengaja membakar hutan lindung. 
Hal itu terjadi akibat dari kelalaiannya saat membakar sampah di perbatasan antara lokasi lahan yang dibersihkannya dengan hutan lindung.
Api saat itu merambat tanpa sepengetahuannya.
Petugas pemadan kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar hutan di sebuah bukit di Toapaya, Bintan, Jumat (11/2/2017)
Petugas pemadan kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar hutan di sebuah bukit di Toapaya, Bintan, Jumat (11/2/2017) (TRIBUNBATAM/AMINNUDIN)
Saat itu Rusdiyanto sibuk membersihkan sampah di lokasi lahan lain; tidak berada di lokasi dirinya membakar sampah.
"Nah saat tersangka balik ke lokasi dirinya membakar sampah, dia kaget api sudah merambat ke kawasan hutan lindung.
Dia berusaha memadamkan api.
Alhasil api tidak bisa dipadamkan dan api membesar melahap lahan hutan lindung," tutur Muchlis Nadjar.
Muchlis Nadjar juga menambahkan, akibat kebakaran itu, sekitar setengah haktere hutan lindung hangus terbakar. 
Namun, kerugian masih belum dihitung dan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri.
"Kita sudah menginformasikan hal ini ke DLHK Kepri.
Nanti kalau sudah kita ketahui kerugiannya akan kita beritahu," ucap Muchlis Nadjar.
Kebakaran Hutan Seluas Satu hektar di kawasan Bintan Memnghebohkan Masyarakat sekitar
Kebakaran Hutan Seluas Satu hektar di kawasan Bintan Memnghebohkan Masyarakat sekitar (TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA)
Muchlis Nadjar juga memberitahu, dalam kejadian itu, sejumlah barang bukti diamankan yakni cangkul, parang dan sejumlah ranting kayu yang terbakar di hutan lindung tersebut.
"Kalau untuk hukuman tersangka, tersangka dijerat pasal 78 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun," tegas Muchlis Nadjar. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved