Jumat, 17 April 2026

BATAM TERKINI

Listrik Batam Byar Pet, Uba: Kalau Tak Mampu, Dirut PLN Batam Mundur Saja

Anggota DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging meminta Dirut PLN Batam mengundurkan diri jika memang tak mampu memberi layanan terbaik untuk pelanggan.

Penulis: Dewi Haryati |

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemadaman listrik yang masih terjadi saat ini, mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging.

Sama seperti masyarakat, Uba juga gerah jika Bright PLN Batam kerap menyebut adanya gangguan, sebagai penyebab listrik padam.

Ia menilai, dalam posisi sekarang ada dua hal yang mungkin terjadi di internal Bright PLN Batam.

Pertama, dikaitkan dengan rekrutan tenaga kerja di dalam yang tak profesional. Kedua, PLN berinvestasi di tempat lain dan investasinya itu merugi.

"Kita minta ada transparansi. Kalau memang tak mampu, kita minta Dirut PLN Batam mundur saja," kata Uba kepada Tribun, baru-baru ini di kantor DPRD Kota Batam.

Dikatakan, apapun bentuk bisnisnya itu, tidak ada alasan, pelayanan yang diberikan PLN mestinya lebih baik.

Uba menyebut, dari hasil audit setiap tahun, bright PLN Batam justru untung dari kegiatan bisnisnya di Batam. Keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp 150 miliar.

"Tapi kenapa bisa kesulitan (atasi pemadaman)? Apa ketidakmampuan teknis, atau ekonomi," ujarnya.

PLN Batam Ngaku Sudah Bayar Kompensasi Rp 1 Miliar Lewat Tagihan Listrik

Pemadaman Listrik Diprediksi Berlanjut, Daya Listrik PLN Batam Pas-Pasan

Begini Lho Perbedaan Mobil Listrik dan Mobil Bensin, Ini Cara Kerjanya

Menurut Uba, harus ada pertanggungjawaban PLN kepada masyarakat terkait hal ini. Lantaran pelayanan yang diberikan itu, menyangkut kepentingan publik.

Dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (7/8/2019), Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura mengatakan kebutuhan energi listrik di wilayah Batam terus meningkat.

Dari pihaknya selaku salah satu penyedia ketenagalistrikan di Pulau Batam terus berkomitmen untuk melayani dan menyediakan energi listrik bagi seluruh pelanggan dan masyarakat Batam.

Daya terpasang pembangkit existing saat ini 550 MW (kapasitas instal pembangkit milik PLN Batam dan IPP- independent Power Producer), tidak termasuk pembangkit yang ada di Pulau Bintan.

Daya pembangkit ini sebenarnya cukup dengan cadangan yang besar untuk memenuhi kebutuhan listrik beban puncaknya (BP) sistem kelistrikan Batam-Bintan sebesar 450-460 MW.

Namun sekarang ini ada gangguan pembangkit, yakni di Gas Turbin PLTGU PLN Batam di Tanjunguncang dan Gas Turbin PLTGU PT DEB di Panaran. Dalam kondisi normal, reserve margin bright PLN Batam masih ada sekitar 90-100 MW. Reserve margin ini cukup besar.

"Minimal reserve margin atau cadangan yang harus dimiliki bright PLN Batam adalah sebesar daya mampu pembangkit paling besar. Saat ini pembangkit terbesar bright PLN Batam adalah PLTU Tanjungkasam sebesar 2x55 MW," kata Dadan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved