Harapan 4 Tahun Lalu Terwujud, Darmin Senang Lion dan Garuda Jalin Kerjasama Perawatan Pesawat

MRO juga sebagai suatu keniscayaan dalam pengembangan industri aviasi. Karena biaya paling besar dari pengembangan maskapai pesawat, hampir 60 persen

Harapan 4 Tahun Lalu Terwujud, Darmin Senang Lion dan Garuda Jalin Kerjasama Perawatan Pesawat
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Menko Perekonomian RI Darmin Nasution dan Menhub Budi Karya Sumadi tiba di Batam, Rabu (14/8/2019) WIB di Batam sekira pukul 12.52 WIB. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution menyambut baik kerjasama yang terjalin antara Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group di Batam. Kerjasama itu, tidak hanya di bidang pengembangan usaha MRO pesawat, tetapi juga pengembangan SDM, dan lainnya.

Darmin bilang, sebenarnya mereka sudah membicarakan soal penyatuan hanggar pesawat ini sejak 3 atau 4 tahun lalu. Kala itu, pemerintah menantang perusahaan penerbangan di Indonesia, supaya bermain di skala regional Asia untuk industri perawatan pesawat.

"Kalau kelas nasional saja, nggak usah. Kalau berani, kelasnya regional," kata Darmin di Batam, Kepri, Rabu (14/8).

Ditegaskannya, untuk bermain di skala regional itu, sudah pasti keduanya, Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group harus bekerjasama. Tidak bisa hanya dari satu pihak saja.

Inilah 6 Makanan Termahal di Dunia, Sekali Makan Habiskan Rp 1/2 Miliar

Jambret Sadis Punya Tato Bertuliskan Selamat Menikmati, Ditangkap Polisi Saat Berada di Kos-kosan

Pria Ini Tewas Gegara Minum Soda Setiap Hari, Gula Darahnya Capai 20 kali Orang Normal

Hasil Akhir PSM Makassar vs Barito Putera, Diwarnai Kartu Merah, Juku Eja Menang 2-1

"Dan hari ini adalah perwujudan dari yang kita harapkan sejak beberapa tahun lalu," ujarnya.

Menurutnya, MRO juga sebagai suatu keniscayaan dalam pengembangan industri aviasi. Karena biaya paling besar dari pengembangan maskapai pesawat, hampir 60 persen berasal dari biaya operasional. Diantaranya biaya avtur, sewa pesawat dan lain sebagainya. Baru kedua, biaya perawatan atau maintenance.

Darmin bilang dari capaian saat ini, Garuda hanya mampu menangani 30-35 persen saja untuk perawatan pesawat di Indonesia. Selebihnya, beralih ke luar negeri, paling dekat ke Singapura.

"Kita tidak ingin itu berkelanjutan. Makanya sangat penting dan kita sambut gembira atas kesepakatan yang ditandatangani hari ini. Dan kita percaya itu akan segera terwujud," kata Darmin.

Kapal Pembawa BBM Tak Berlayar dari Natuna Karena Cuaca Buruk, Warga Anambas Mulai Timbun BBM

Hasil Persib Bandung vs Borneo FC, Gol Cepat Bawa Maung Bandung Unggul 2-0 di Babak Pertama

Hasil Persib Bandung vs Borneo FC, Gol Cepat Bawa Maung Bandung Unggul 2-0 di Babak Pertama

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Persib Bandung vs Borneo FC Babak Kedua Liga 1 2019

Di sisi lain, Darmin juga mengingatkan di MRO ini juga perlu tenaga terdidik. Ia mendukung dibentuknya sekolah vokasi di bidang perawatan pesawat di Batam--Kirana Angkasa Politeknik. Kirana Angkasa Politeknik sendiri pada Rabu itu juga telah menjalin kerjasama, setidaknya dengan 17 sekolah tinggi dan politeknik di Indonesia, terkait tenaga pendidik.

"Tak bisa sekolah saja, pengajarnya juga harus ada dulu. Karena dia yang akan mengajarkan ke peserta didik. Kalau pendidikannya D3, kita minta yang bisa dibangun bukan hanya di D-I, DII, SMK juga bisa dibangun," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved