Jumat, 24 April 2026

HUMAN INTEREST

Ikut Seleksi Magang ke Jepang, Habibi: Saya Ingin Keluar Zona Nyaman

Saat di SMK dulu, Habibi mengambil jurusan di bidang Informasi Teknologi. Seandainya lulus, ia berharap bisa magang kerja di bidang IT.

Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Wali Kota Batam, Rudi membuka secara resmi kegiatan pelatihan pra seleksi rekrutmen pemagangan ke Jepang, angkatan pertama tahun anggaran 2019, Senin (26/8/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dari 180 peserta pra seleksi magang ke Jepang ini, ada Habibi (17).

Warga Sei Nayon, Bengkong dan merupakan lulusan SMK MHS Batam.

Habibi tertarik ikut serta seleksi, lantaran ingin keluar dari zona nyamannya.

Selain itu, ia juga ingin membuka wawasannya terkait dunia kerja di luar Indonesia.

"Di sini juga susah kasih kerja. Saya ingin membuka wawasan, dan kasih pemahaman ke adik-adik, seandainya lulus magang ke Jepang," kata Habibi ditemui Tribun di Gedung Wali Kota Batam, Senin (26/8/2019).

Ia pertama kali mendapat informasi magang ini Maret lalu.

Saat itu, pemuda ini sempat cuek. Baru setelah Lebaran, rasa ketertarikannya muncul.

Maksimal Umur 25 Tahun, Pemko Batam Buka Peluang Magang ke Jepang, Cek Syarat Lengkapnya!

180 Pemuda Batam Berlomba Ingin Magang ke Jepang, Ini Pesan Walikota Batam, HM Rudi

Layani Magang hingga Beasiswa, Ini Keuntungan Hadirnya Migas Centre di Kampus Batam

Ditambah lagi, Habibi mendapat dukungan dan semangat dari keluarganya.

Saat di SMK dulu, Habibi mengambil jurusan di bidang Informasi Teknologi. Seandainya lulus, ia berharap bisa magang kerja di bidang IT. Jikapun tidak, tak mengapa.

"Saya harus optimis bisa lulus," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, memberikan apresiasinya kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

Batam menjadi satu-satunya kota pelaksana seleksi magang ke Jepang. Sedangkan di daerah lain, pelaksanaannya di provinsi.

"Ini bentuk keseriusan Pemko Batam meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) di Kota Batam," kata Rafki.

Ia berharap,dari ratusan peserta pra seleksi ini, banyak peserta yang lulus.

Rafki tak menampik, seleksi ini terbilang berat. Dari seleksi di Pemprov Kepri beberapa waktu lalu saja, dari sekitar 150 orang yang ikut, hanya sekitar 12 yang lulus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved