SPBU Kilometer 16 Bintan Baru Normal dari Antrean Kendaraan Berbahan Bakar Solar pada Sore Hari

Setelah beberapa jam terjadi antrean kendaraan berbahan bakar solar, aktivitas di SPBU Kilometer 16 akhirnya kembali normal.

SPBU Kilometer 16 Bintan Baru Normal dari Antrean Kendaraan Berbahan Bakar Solar pada Sore Hari
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Sejumlah kendaraan berbahan bakar solar mengantre di sekitar SPBU Kilometer 16 Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Senin (26/8/2019) siang. 
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Antrean panjang kendaraan berbahan bakar solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kilometer 16, Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah mulai berkurang, Senin (26/8/2019) sore.
Sejumlah kendaraan yang sebelumnya mengantre panjang di ruas jalan di depan SPBU pun sudah tidak terlihat lagi mengantre.
Pengawas SPBU Toapaya Selatan, Kilomter 16, Deni menuturkan antrean panjang kendaraan tadi hanya  bersifat kebetulan bahan saja.
Sebab, bakar solar berada dalam kondisi kosong sebelumnya. 
Karena itu, ketika solar sudah didatangkan di SPBU, sejumlah pengendara berbahan bakar solar langsung mengisi kendaraannya dengan bahan bakar.
Sementara itu dari pantauan TRIBUNBATAM.id, antrean pun sudah mulai berkurang dan berjalan lancar sekitar pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Sejumlah kendaraan berbahan bakar solar mengantre di SPBU Kilometer 16, kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Senin (26/8/2019). Foto 3
Sejumlah kendaraan berbahan bakar solar mengantre di SPBU Kilometer 16, kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Senin (26/8/2019). Foto 3 (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Proses pengisian kendaraan berbahan bakar solar juga sudah mulai normal seperti biasanya.
"Antrean sudah berkurang dan proses pengisiannya sudah mulai normal seperti biasanya," ungkap Deni.
Deni juga menyebutkan, untuk pengisian bensin bahan bakar pertalite dan premium sampai sejauh ini tidak ada kendala.
Sebab, pasokan kedua bahan bakar tersebut  tidak kosong.
"Masih berjalan lancar dan tidak kosong kok.
Cuma kalau di sini kan peminatnya paling banyak bensin premium karena rata-rata masyarakat di sini orangnya bekerja di kebun," sebuat Deni. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved