Pemko Tanjungpinang Luncurkan 8 Paket Wisata di Pulau Penyengat, Simak Paket Wisata Itu

Pemko Tanjungpinang meluncurkan depalan paket wisata Pulau Penyengat. Inilah paket-paket tersebut.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Thom Limahekin
Tribun Batam/Thom
Nurdin Basirun saat mengendarai Bentor ketika di Pulau Penyengat 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pulau Penyengat kini mempunyai pilihan paket destinasi wisata menarik yang bisa dinikmati wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

Pulau kecil yang berhadapan dengan Kota Tanjungpinang ini merupakan pusat peradaban Kerajaan Melayu.

Di tempat ini masih banyak warisan sejarah dan potensi wisata yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Penyengat.

Bertempat di Gedung Aisyah Sulaiman Tanjungpinang, Selasa (27/8/2019), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang resmi meluncurkan delapan produk Pariwisata Pulau Penyengat. 

Pemko Tanjungpinang dan Pokdarwis Bikin 8 Paket Wisata di Pulau Penyengat, Yuk Simak

Ramaikan Idul Adha 1440 Hijriah di Tanjungpinang, Pemuda Pulau Penyengat Gelar Festival Musik Religi

Berwisata ke Kawasan Cagar Budaya Nasional Pulau Penyengat Tanjungpinang

Berwisata Ke Pulau Penyengat Tempat Lahirnya Tata Bahasa Melayu

Peluncuran paket wisata tersebut dilakukan oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Syharul, didampingi Wakil Wali Kota, Hj. Rahma, Tim Percepatan Wisata Budaya Sejarah dan Religi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (RI), Agni Malagina, Kepala Disbudpar, Surjadi, Ketua Pokdarwis Kelurahan Penyengat, dan Kepala OPD, ditandai dengan penekanan tombol sirine.

Wali Kota H. Syahrul menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata RI atas dukungannya dari awal hingga produk ini diluncurkan.

Pulau penyengat adalah pulau kecil yang berada tepat di depan Tanjungpinang
Pulau penyengat adalah pulau kecil yang berada tepat di depan Tanjungpinang (TRIBUN Batam/Endra Kaputra)

”Delapan produk pariwisata Pulau Penyengat ini tentu akan mendukung pertumbuhan kepariwisataan di kota Tanjungpinang,” ucap Syahrul.

Untuk pemasaran produk pariwisata ini, lanjut Wali Kota, Pokdarwis Penyengat harus melakukan inovasi, kreasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak guna menggaet kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya.

”Saya yakin dan percaya apabila produk ini dipasarkan secara professional, maka tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat.

Sebab, wisatawan akan merasakan sensasi yang luar biasa melihat dan merasakan destinasi wisata menarik yang ada di Pulau Penyengat,” tutur Syahrul.

“Mudah-mudahan setelah diluncurkan 8 paket wisata ini, kota Tanjungpinang lebih dikenal di seluruh Indonesia, dengan begitu, Jakarta maupun daerah lainnya tidak lagi salah membedakan Tanjungpinang dan Pangkal Pinang”, tambah Wali Kota.

Atap Ponton Pelabuhan Pulau Penyengat Ambruk, Polisi Ingatkan Transportasi Laut Soal Cuaca Buruk

Buka Festival Pulau Penyengat 2019, Gubernur Kepri: Jadi Warisan Budaya Dunia, Jadi Kebanggaan Kepri

Buaya Muncul di Perairan Antara Tanjungpinang dan Pulau Penyengat, Begini Pengakuan Warga

Buaya Muncul di Sekitar Pulau Penyengat Tanjungpinang, Warga: Biasa Muncul Saat Ada Keramaian

Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kota Tanjungpinang, H. Surjadi, mengharapkan delapan paket pariwisata Pulau Penyengat ini dapat berjalan dan marketable dan bisa dijual di kepariwisataan Kota Tanjungpinang,

”Tanjungpinang kaya potensi wisata.

Paket wisata ini adalah pilihan atau cara lain bagi pengunjung untuk menikmati berbagai pilihan wisata yang ada di Pulau Penyengat, ” kata Surjadi.

Surjadi mengatakan kedelapan produk pariwisata Pulau Penyengat ini, mulai tur Masjid Raya Sultan Riau Penyengat (Tour of the Mosque), tur Sejarah Pulau Penyengat (Tour History Culture) mengunakan bentor, sepeda, dan jalan kaki (Bentor atau Cycling Historical Tour).

Becak motor melintas di Masjid Raya Sultan Riau atau dikenal sebagai Masjid Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Untuk berkeliling Pulau Penyengat, alternatif transportasi utama adalah becak motor
Becak motor melintas di Masjid Raya Sultan Riau atau dikenal sebagai Masjid Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Untuk berkeliling Pulau Penyengat, alternatif transportasi utama adalah becak motor (KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved