Tidak Pulang ke Batam, Manajemen Tim SSB Bina Prestasi Berikan Penjelasan

Manajemen tim SSB Bina Prestasi Batam akhirnya menjawab seluruh pemberitaan yang menghebohkan beberapa pihak terkait persepakbolaan di Provinsi Kepri

Tidak Pulang ke Batam, Manajemen Tim SSB Bina Prestasi Berikan Penjelasan
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Tim SSB Bina Prestasi Batam 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Manajemen tim SSB Bina Prestasi Batam akhirnya menjawab seluruh pemberitaan yang menghebohkan beberapa pihak terkait persepakbolaan di Provinsi Kepri, Kamis (5/9/2019) sore.
Saat dihubungi, manajer tim, Zulkifli Adami, pun menejaskan letak permasalahan ini kepada Tribun Batam.
"Sebenarnya saya tidak ada menyalahkan pihak Dispora Kepri dalam hal ini. Tapi memang, keikutsertaan kami dalam Piala Menpora U-16 ini memang sebelumnya kami berhasil juara di tingkat regional Kepri," terangnya.
Ia menambahkan, walau agak sedikit dipaksakan, namun pihaknya menyayangkan jika tim ini tidak mengambil jatah keikusertaan dalam turnamen ini.
"Memang sebelumnya sudah dibilang jika anggaran untuk kami tidak ada. Tapi kami berupaya untuk tetap terlibat, karena anak-anak juga meminta kepada manajemen untuk ikut serta," jelasnya lagi.
Bahkan, Zulkifli mengatakan, masing-masing orangtua siswa SSB Bina Prestasi sendiri juga turut ambil bagian dalam biaya akomodasi keberangkatan awal menuju Kota Tangerang.
Ia juga menyebutkan rincian bantuan dari tiap orangtua siswa beragam jumlahnya.
"Ada yang sumbang Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 2 juta, dan ada juga Rp 450 ribu. Nah, untuk selama di Tangerang pun Kemenpora juga sudah menyediakan bantuan hotel penginapan serta akomodasi lokal selama kegiatan," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, jika kompetisi yang diikuti oleh tiap SSB di Provinsi Kepri maupun Batam khususnya sebenarnya memang tidak masuk dalam anggaran dari dinas terkait.
"Berdiri sendiri sifatnya. Namun bisa mengajukan bantuan kepada pemerintah," sambungnya.
Selain itu, menurutnya lagi, pihaknya juga telah melakukan koordinasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia.
Saat itu, mereka disambut oleh Firman Utina, mantan gelandang timnas Indonesia.
"Dia mewakili Kemenpora. Kami diminta untuk menghadap kepada Deputi III KONI Pusat," katanya.
Zulkifli pun menjabarkan, untuk anak asuhnya di SSB Bina Prestasi sendiri seluruhnya berasal dari Kota Batam.
"Tapi ada juga yang dari Bintan 2 orang. Selebihnya ada dari Tanjung Uma, Batam Junior, dan Indonesia Raya Muda (tim)," terangnya lagi.
Untuk permasalahan ini sendiri, Zulkifli mengatakan telah mendapatkan solusi terkait biaya akomodasi kepulangan yang sempat membuat heboh.
Beberapa pihak disebutkannya juga turut membantu untuk mengakomodir ongkos perjalanan SSB Bina Prestasi menuju Kota Batam.
"Ada Pak Amsakar, Pak Mafrizon sendiri, dan Pak Sirajudin. Itu masing-masing berbeda tentunya dana bantuan yang diberikan," pungkasnya.
Sebelum tim ini mengikuti turnamen pun, Zulkifli menyebut, Mafrizon juga telah mengeluarkan dana pribadi untuk membantu seragam yang akan digunakan dalam kompetisi.(tribunbatam.id/dipanusantara)
Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved