Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Kepri Adakan Pertemuan Teknis Keselamatan Pasien

Dinkes Kepri Menggelar Pertemuan Teknis Keselamatan Pasien Tingkat Provinsi Kepri di Hotel Comforta Tanjungpinang pada 5 hingga 7 September 2019.

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Kepri Adakan Pertemuan Teknis Keselamatan Pasien
ist
Dinkes Kepri Mempresentasikan Pentingnya Kualitas Pelayanan Terhadap Teknis Keselamatan Pasien 

TRIBUNBATAM.id - Dinkes Kepri Menggelar Pertemuan Teknis Keselamatan Pasien Tingkat Provinsi Kepri di Hotel Comforta Tanjungpinang pada 5 hingga 7 September 2019.

Acara ini dihadiri oleh 54 orang yang terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi (Lintas Program), Dinas Kesehatan Kab-Kota, Dinas Kesehatan Angkatan Laut Tanjungpinang, Rumah Sakit Pemerintah Kab-Kota, Rumah Sakit Swasta Kab-Kota dan BPRS Prov Kepri.

Acara yang memilki tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan berbasis keselamatan pasien serta meningkatkan pengetahuan petugas pelayanan di rumah sakit dalam upaya mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petugas dalam mengaplikasi tujuh langkah keselamatan pasien.

Pada kesempatan tersebut salah satu pilar yang dibahas adalah pentingnya peningkatan kualitas kesehatan bagi masyarakat Indonesia adalah penjaminan kemampuan tenaga medis dan paramedic dalam menyediakan pelayanan kesehatan prima.

Di berbagai lini pelayanan kesehatan, keselamatan pasien menjadi perhatian utama, mengingat sistem pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, kemungkinan terjadinya keselahan yang dapat mempengaruhi keselamatan pasien sangat besar.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dibutuhkan tindakan yang komprehensif dan responsif terhadap kejadian tidak diinginkan di fasilitas pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Menurut undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit mewajibkan rumah sakit menerapkan standar keselamatan pasien.

Yang dimaksud dengan keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindaklanjutnya, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.

Setelah pertemuan ini diharapkan 32 rumah sakit baik pemerintah dan swasta tidak ada lagi kasus dugaan malpraktik yang dapatmerugikanmasyarakat. Dengan meningkatkan kepedulian terhadap pasien maka dengan mudah budaya keselamatan pasien bisa dijalankan.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved