KPPU Kecewa, Dari Tujuh Terlapor Hanya Dua Maskapai Hadir Sidang Perdana, Ini Masalahnya

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI menyayangkan, dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hadir, saat persidangan perdana dugaan k

KPPU Kecewa, Dari Tujuh Terlapor Hanya Dua Maskapai Hadir Sidang Perdana, Ini Masalahnya
istimewa
Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI, Guntur Syahputra Saragih menyebut, Batam termasuk kota yang tidak kooperatif dalam menjalankan putusan KPPU. Sepanjang 2007-2014 lalu, KPPU Kanwil II mencatat, setidaknya ada 19 putusan yang dijatuhkan KPPU terhadap pelaku usaha di wilayah kerjanya. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI menyayangkan, dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hadir, saat persidangan perdana dugaan kartel tiket pesawat, Selasa (10/9) lalu.

Hal ini disampaikan Komisioner KPPU RI, Guntur Syahputra Saragih, saat datang ke Batam.

Ia mengatakan, dari tujuh perusahaan maskapai penerbangan yang menjadi terlapor dalam perkara ini, hanya dua diantaranya yang hadir pada sidang perdana kemarin.

Mereka, yakni Lion Air dan Batik Air. Sedangkan lima lainnya, Sriwijaya Air, Wings Air, termasuk dua perusahaan BUMN, Garuda Indonesia, dan Citilink Indonesia, tidak hadir.

Kipas Mesin KM Bukit Raya Rusak, Penumpang Terpaksa Pakai Pompong, Agen Pelni Selidiki Kerusakan

BJ Habibie Pernah Berikan Pesan Khusus ke Mustofa Widjaja, Hingga Kini Masih Membekas

"Sangat disayangkan hanya dua terlapor yang hadir," kata Guntur, menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (11/9) di Kantor Perwakilan II KPPU, di Gedung Graha Pena Lantai VI, Batam Center, Batam, Kepri.

Padahal, mereka berharap banyak, semua terlapor bisa hadir. Khususnya Garuda dan Citilink.

KPPU berharap, perusahaan BUMN ini bisa hadir dan memberikan contoh yang baik, kepada perusahaan lainnya dalam persidangan.

"Justru mereka nggak hadir," ujarnya.

Plt Gubernur Kepri Isdianto Minta Plang Pembangunan Jalan Dipasang, Sebut Pemprov Juga Ikut Membantu

Kemarahan Fahri Hamzah di ILC, Bentak Pejabat yang Takut Merevisi UU KPK

Guntur mengatakan, dari Citilink memang mengirim surat ke majelis, dan menyatakan mereka tidak bisa hadir dalam persidangan itu.

Namun melihat alasan yang diberikan, menurutnya, cukup sederhana.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved