Jumat, 10 April 2026

HEADLINE TRIBUNBATAM

Efek Kabut Asap dari Sumatera, 249 Ribu Siswa Kepri Harus Pulang Cepat

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menyebut angka ISPU itu sudah menunjukkan kondisi udara di Kepri sudah tidak sehat

wahyu
halaman 01 TB 

Efek Kabut Asap dari Sumatera, 249 Ribu Siswa Kepri Harus Pulang Cepat

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabut asap dari Sumatera makin pekat menyelimuti wilayah Kepulauan Riau dalam beberapa terakhir.

Namun, kondisi kabut di Kepri, Rabu (18/9/2019) sudah dalam kondisi tidak sehat. Indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kepri pada Rabu kemarin sempat mencapai angka 117 hingga 226 lalu turun ke angka 114.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menyebut angka ISPU itu sudah menunjukkan kondisi udara di Kepri sudah tidak sehat dan minta warga mengurangi aktifitas di luar ruangan.

Tjetjep Yudiana menyampaikan pesan itu saat mendampingi Plt Gubernur Kepri Isdianto dalam jumpa pers di Gedung Graha Kepri terkait situasi kabut asap di Kepri.

Plt Gubernur Kepri, Isdianto meminta warga Kepri baik di Batam, Tanjungpinang, Bintan dan daerah lain di Kepulauan Riau, untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.

"Kalau pun harus beraktivitas, gunakan masker," kata Isdianto.

Sebelum membuka konferensi pers, Isdianto mengeluhkan kondisi udara di Batam yang dipenuhi asap.

Kondisi Udara di Tambelan Memburuk Akibat Asap Kiriman, Sekolah Diliburkan

Diadang Kabut Asap, Begini Kronologis Kandasnya SB Bintang Rizki 99 dari Tanjungbalai Karimun

"Sudah sangat meresahkan ini," katanya sambil terbatuk-batuk dan meminta air minuman kepada staf Pemerintah Provinsi Kepri.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu dirinya bersama Presiden Jokowi juga telah melakukan rapat koordinasi terkait bencana karhutla yang terjadi hampir setiap tahun.

"Asap ini tidak sepenuhnya berasal dari Kepri. Ini bisa jadi kiriman dari titik karhutla Sumatera dan Kalimantan," katanya.

Terkait kondisi pencemaran udara ini, Pemprov Kepri memberi peringatan agar seluruh intansi terkait kesehatan agar dapat memberikan pelayanan terbaik jika mendapat aduan masyarakat perihal penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Pemprov sudah menyediakan 100 ribu masker, dan 500 ribu masker dari Kementerian Kesehatan untuk masyarakat Kepri," kata Isdianto.

Isdianto mengatakan, jika kualitas udara terus memburuk, maka tidak menutup kemungkinan aktifitas belajar mengajar di sekolah akan diliburkan, karena berbahaya bagi 249 ribu peserta didik (siswa) di Kepri ini.

"Itu akan dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten. Setelah itu, tentu akan kita dikoordinasikan ke setiap kepala daerah," ujarnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved