Jusuf Kalla Kirim Salam Takzim ke Warga Batam Melalui Wakil Ketua Umum DMI

Seorang warga Tanjung Uncang, mengenang, sudah hampir 10 tahun, dia tak melihat massa berkumpul sebanyak itu di daerahnya.

TRIBUN-BATAM.ID, BATAM -- Dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla (76), mengirim salam takzim kepada warga Kota Batam dan Kepulauan Riau.

Selain salam takzim, melalui Wakil Ketua Umum DPP DMI Syafruddin Kambo, yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Batam HM Rudi (55) dan pemerintah Kota Batam, yang membangun ikon peradaban Islam baru di Kota Batam, dengan peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah II di Jl Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam, Jumat (20/9/2019) hari ini.

"Pak Jusuf Kalla, kirim salam takzim untuk Batam. Beliau ingin sekali hadir, namun karena ada acara negra yang lebih penting, beliau mewakilkan ke saya," ujar Syafruddin saat memberi sambutan resmi dihadapan sekitar 15 ribu jamaah.

Sejatinya, sejak April 2019 lalu, Jusuf Kalla dijadwalkan hadir meresmikan penggunaan masjid berkubah terbesar di semenanjung Sumatera ini, 20 Muharram 1441 Hijriyah.

Namun, karena harus menghadiri Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jusuf Kalla memberi mandat ke Syafruddin untuk menggugurkan janjinya kepada Wali Kota Batam HM Rudi.

Seremoni peresmian masjid berkapasitas 25 ribu jamaah ini, dikemas dalam Tabligh Akbar Kemilau Muharram 1441 H. 

Seorang warga Tanjung Uncang, mengenang, sudah hampir 10 tahun, dia tak melihat massa berkumpul sebanyak itu di daerahnya.

"Kalau tahun 2000-an itu, dulu buruh ship yard yang berkerumuna pagi, sore dan hari Jumat, kini yang datang jamaah berpakaian putih., mulai pagi sampai sore ramai. Semoga begini terus lagi," ujar Mubarak (48), warga Jl R Katamso, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, yang ikut tabligh akbar.

Umat muslim di Batam terlihat berjalan kaki long march dan mengantri agar bisa cepat masuk ke dalam Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batam, Jumat (20/9/2019) pagi.
Umat muslim di Batam terlihat berjalan kaki long march dan mengantri agar bisa cepat masuk ke dalam Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batam, Jumat (20/9/2019) pagi. (TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING)

Malaysians Amazed See The Sea Of Humans At The Sultan Mahmud Riayat Syah Mosque: Feels Like Umrah!

Warga Malaysia Takjub Lihat Lautan Manusia di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam: Serasa Umroh

Ikut hadir dai sejuta followers, Ustad Abdul Somad (UAS), dan Pj Gubernur Kepri H Isdianto, dan tetamu VVIP.

Instansi pemerintahan di kota Batam, siswa sekolah dipulangkan lebih awal, untuk ikut meramaikan seremoni akhir Muharram 1441 Hijriyah ini.

Ribuan wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara tetangga , juga ikut memadati Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batam.

Dengan menggunakan 20 unit Bus Pariwisata mereka tiba pada pukul 09:30 WIB langsung disambut musik Kompang. “Dari Singapore kita sebanyak 500 orang, menggunakan 6 unit bus, dan dibagi dalam 6 kloter,” ujar seorang Tour Guide saat memandu para wisatawan.

Wali Kota HM Rudi, yang juga inisiator proyek masjid ini, sepanjang hari, tak kuasa menyembuyikan rasa suka citanya.

Senyum  terlihat saat tiba pukul 07.00 WIB, menjemput dan menyalami tetamu, hingga duduk berdampingan dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang juga Wakil Ketua Umum DPP Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Syafruddin Kambo.

Warga Batam mendatangi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Jumat (20/9/2019) untuk menghadiri tabligh akbar peringatan 1 Muharram 1441 H
Warga Batam mendatangi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Jumat (20/9/2019) untuk menghadiri tabligh akbar peringatan 1 Muharram 1441 H (TRIBUNBATAM.ID/ZABUR ANJASFIANTO)

Rudi memang jadi inisator utama masjid yang bisa menampung sekitar 25 ribu jamaah ini. 

Saat memberi sambutan di hadapan +12 ribu tetamu termasuk ratusan anggota majelis taklim dari 3 negara sahabat; Malaysia, Singapura dan Brunei, Rudi bercerita muasal proyek masjid senilai Rp260 miliar itu.

“Ini bermula saat saya baru jadi anggota DPRD Batam, tahun 2004,” Rudi memulai kisah yang menginspirasi dia membangun yang diklaim sebagai masjid terbesar di Kepulauan Riau dan semenanjung Sumatera.

Rudi muda memulai karier sebagai polisi, lalu hingga kini jadi politisi. “Saya ini lama jadi penyidik loh,” katanya suatu ketika kepada Tribun.

Karier politiknya dimulai saat memasuki usia matang, 40 tahun. Inisiatif membangun rumah ibadah representatif di kawasan pemukiman buruh di Sagulung dan Batu Aji, saat dia terpilih jadi anggota DPRD Batam dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 2004-2011.

Dia mengaku miris melihat, ratusan buruh dari kawasan industri Muka Kuning, Sagulung dan Batu Aji, selalu buru-buru saat menunaikan salat jumat.

Masjid Agung II
Masjid Agung II (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

“Mereka takut kena sanksi dari PT (perusahaan), kalau terlambat uai salat Jumat atau salat lohor,” ujar Rudi megenang masa kejayaan kawasan industri assembling, manufaktur, dan olahan baja di Muka Kuning, dan ship yard di Batu Aji, akhir dekade 1990-an dan medio 2000-an.

Saat dia menjadi Wakil Wali Kota di era Ahmad Dahlan (2011-2016), Rudi pun melobi parlemen dan meminta ke otorita (Badan Pengusahaan) Batam, untuk ‘mewaqafkan” lahan seluas 4,00 Hektar di Tanjung Uncang, kawasan tengah antara Batu Aji dan Sagulung. Kala itu Rudi sudah terdaftar sebagai kader Partai Demokrat.

Nah, ketika terpilih menjadi Walikota Batam tahun 2016, niat untuk membangun masjid itu, kian nyata. Saat itu, Rudi sudah pindah partai dari Demokrat dan menjadi Sekretaris DPW Partai Nasdem Kepri.

Di awal masa pemerintahannya, dia mengalokasikan dana pembangunan dari ABPD dan mengajak masyarakat berpartisipasi membangun masjid yang dia sebut “terbesar di Sumatera”.

Halaman
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved