Masalah Air di Batam

Menjelang Habis Kontrak Dengan BP Batam, ATB Warning Kesediaan Air di Batam, Ada Apa?

Konsesi pengelolaan air bersih di Batam menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir. Pasalnya, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai pemilik ko

Menjelang Habis Kontrak Dengan BP Batam, ATB Warning Kesediaan Air di Batam, Ada Apa?
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y. Jacobus 

Jelang Injury Time, ATB Warning Ketersediaan Air Baku di Kota Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Konsesi pengelolaan air bersih di Batam menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir.

Pasalnya, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai pemilik konsesi akan berakhir kontraknya pada 15 November 2020 mendatang.

Namun, pihak ATB sendiri tidak ingin mengambil pusing perihal permasalahan konsesi ini walau sejatinya hampir memasuki masa 'injury time'.

Hal ini seperti penuturan Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y. Jacobus, Rabu (9/10/2019) sore.

Disdukcapil Bintan Dapat 12.800 Blangko dari Pusat, Tapi Baru 5.000 yang Urus Kartu Identitas Anak

Kecelakaan Bus di Riau, Rem Blong Tabrak Dump Truck, 6 Penumpang Tewas, 9 Luka-luka

Tarif BPJS Kesehatan yang Baru Tidak Bisa Dilakukan Tahun Depan, Dinkes Batam Berikan Alasannya

"Tahun mendatang akan habis secara kontraktual jawabannya iya. Kami tentu tunduk dan patuh terhadap aturan kontraktual itu," tegasnya saat ditemui.

Dia bahkan menyebut, kekhawatiran pihaknya justru bukan perihal berakhirnya konsesi pengelolaan air bersih di Kota Batam.

Namun, pihaknya malah lebih khawatir dengan jumlah ketersediaan air baku di Kota Batam.

"Ketersediaan air baku harus dipikirkan dari sekarang oleh seluruh setiap pemangku kepentingan. Batam ini perlu ketersediaan air baku, ini bagi kelangsungan hidup anak cucu kita nantinya," sambung Maria dengan wajah penuh ketegasan.

Gegara Twit soal Hong Kong, Bisnis Miliaran Dolar NBA Terancam Hancur di China

Ternyata Ini Alasannya Banyak Restoran Fast Food Pakai Warna Saus dan Tomat

Dia menjelaskan, ketersediaan air baku di Batam hanya mencapai 10 persen saja.

Dengan persentase demikian, dia mengakui hal ini tentu tak cukup memenuhi sebanyak 1,2 juta pertumbuhan penduduk di Batam sendiri.

"Bayangkan, 800 sambungan setiap bulannya di beberapa daerah. Batam centre dan Batu Aji paling tinggi untuk sambungannya. Apalagi di Batam ini hanya bergantung dari Rain Fall (Curah Hujan), jika cuaca panas tentu ketersediaan air di Batam memprihatinkan," ungkapnya.

Maria mengatakan, untuk seluruh stakeholders jangan sampai terlena hanya dengan pengakhiran konsesi pengelolaan air bersih semata. Akan tetapi turut diikuti dengan merampungkan bagaimana mengentaskan permasalahan ketersediaan air baku di Batam.

"Jangan kemudian karena konsesi kita lupa dengan ketersediaan air baku, ini sangat mengkhawatirkan," tambahnya. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved