BBM Langka di Batam, Rudi Ajak Masyarakat Batam Beli BBM Non Subsidi, Agar Tidak Langka Lagi

Wali Kota Batam, Rudi mengajak masyarakat Batam membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

BBM Langka di Batam, Rudi Ajak Masyarakat Batam Beli BBM Non Subsidi, Agar Tidak Langka Lagi
Roma Uly Sianturi/TRIBUNBATAM.id
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat membahas Tata Ruang di Kantor Pemko Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wali Kota Batam, Rudi mengajak masyarakat Batam membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Hal ini disampaikan Rudi, menyikapi kesulitan masyarakat mendapatkan BBM, khususnya subsidi jenis Premium di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum.

Rudi mengatakan, ia telah bertemu dengan pimpinan Pertamina setempat menanyakan persoalan yang terjadi.

"Tadi malam sudah saya panggil kepala Pertamina," kata Rudi kepada wartawan di Hotel Best Western Premier (BWP) Panbil, di Jalan Ahmad Yani, Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (10/10).

HKI Pastikan Optimis Perbaikan Regulasi Akan Berdampak Positif Bagi Investasi

24 Tahun Kelola Air Bersih di Batam, PT ATB Punya Aset Hingga Rp 1 Triliun

Dari pertemuan itu, ia menyimpulkan saat ini ada transformasi dari BBM Premium ke non subsidi.

Untuk BBM non subsidi, menurutnya tak ada masalah di lapangan. Kendalanya di BBM subsidi.

Mantan anggota DPRD Kota Batam ini mengatakan, setiap tahunnya memang ada pengurangan kuota untuk BBM bersubsidi.

"Kalau semua kita kejar subsidi, maka terjadilah kelangkaan," ujarnya.

"Mudah-mudahan masyarakat Batam belilah BBM yang non subsidi dan itu tak pernah kurang," sambung Rudi.

Seperti diketahui, kelangkaan BBM belakangan ini membuat resah masyarakat Batam. Panjangnya antrean motor atau mobil seakan menjadi pemandangan yang sudah lumrah. Tidak hanya di Kota Batam, tetapi juga di beberapa kabupaten/ kota di Kepri.

Brand Manajer Marketing Pertamina Regional Provinsi Kepri, Awan Raharjo membantah isu pengurangan kuota BBM oleh Pertamina, seperti yang tersebar di publik. Awan mengatakan, penyaluran yang dilakukan Pertamina justru diatas yang sudah ditetapkan. Seperti untuk Premium dan Solar.

Pawai Budaya HUT Ke-20 Kabupaten Karimun, Peserta Tampilkan Berbagai Pakain Adat

Yamaha Gelar Promo Sumpah Pemuda, Ada Potongan DP Motor Selama Oktober

Ia juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan siapa yang melakukan pengisian di SPBU. "Coba kita lihat antrean yang terjadi kebanyakan mobil mewah. Mobil mewah harusnya mengisi oktan 90 tapi malah mengisi premium, " kata Awan. (tribunbatam.id/dewiharyati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved