DEMO HONG KONG

Demo Hong Kong yang Radikal Menyebar ke Sekolah, Guru-guru Paling Terjepit dan Galau

Sejak sekolah dimulai, lebih dari 50.000 guru sekolah dasar dan menengah mendapat tekanan dari pihak berwenang, siswa, orangtua dan media

Demo Hong Kong yang Radikal Menyebar ke Sekolah, Guru-guru Paling Terjepit dan Galau
South China Morning Post
Para siswa di sekolah melakukan aksi rantai manusia dengan kampanye "stand with Hong Kong" dalam putaran demonstrasi anti-pemerintah 

TRIBUNBATAM.ID, HONG KONG - Selain pemandangan demo Hong Kong yang dipenuhi kekacauan dan pertempuran dengan polisi di jalan raya, pikiran radikal yang ingin membebaskan Hong Kong dari China kini menyebar ke sekolah-sekolah.

Setelah putaran aksi mogok massal, awal September lalu, di sekolah-sekolah kini mulai muncul berbagai aksi mendukung aksi demonstrasi anti-China.

Anak-anak di berbagai sekolah kerap melakukan aksi membuat rantai manusia sambil berpegangan tangan untuk mengkampanyekan "stand with Hong Kong" serta pengibaran spanduk-spanduk dengan jargon yang memang memancing anak-anak muda yang ingin membuat mereka menjadi bagian dari sejarah.

"Revolusi di tangan kita" adalah spanduk yang paling banyak muncul di sekolah-sekolah meskipun pihak sekolah juga sering menurunkan untuk membersihkan anak-anak mereka dari pikiran radikal.

Kejutkan Semua Orang, Ducati pun Kepincut pada Fabio Quartararo, Relakah Valentino Rossi?

Fase Satu Perundingan AS dan China yang Substansial Disepakati, Tarif Impor Ditunda, Dunia Lega

Gamer Wajib Tahu, Ini 6 Penjelasan Tipe Class Call of Duty Mobile

Sebagian siswa sekolah menengah bahkan sudah bergabung dengan para mahasiswa dan aktivis melawan gas air mata polisi, melemparkan batu dan bom molotov.

Para siswa melakukan propaganda di sekolah (SCMP)

Mirip dengan aksi demo mahasiswa di Indonesia yang menolak revisi UU KPK dan RKUHP, para pelajar terlibat dalam kerusuhan beberapa minggu lalu.

Hampir seluruh sekolah di Hong Kong kini mulai terpapar propaganda anti-China dan anti-pemerintah yang sudah berkobar selama empat bulan ini.

Tidak hanya sekolah menengah, tetapi juga sudah masuk ke lingkungan sekolah dasar.

Suasana itu kini membuat para guru mendapat tekanan besar karena mereka harus menghadapi pertanyaan intimidasi oleh para siswanya dan di sisi lain mendapat tekanan oleh pemerintah dan orangtua yang tidak ingin sekolah terlibat dalam aksi.

Para guru sekolah menengah Kwan Chin-ki, misalnya, berhadapan dengan para siswa yang ingin mengetahui posisinya terkait protes anti-pemerintah Hong Kong yang terus berlangsung dan semakin keras.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved