KILAS BALIK

Menguak SOSOK Kapolri yang Dicopot Presiden, Bermula Ungkap Perkosaan, Pesan Sang Ibu Bikin Tenang

Jenderal pemberani ini lantas membentuk tim khusus bernama Tim Pemeriksa Sum Kuning atas kasus perkosaan

Menguak SOSOK Kapolri yang Dicopot Presiden, Bermula Ungkap Perkosaan, Pesan Sang Ibu Bikin Tenang
Intisari/ Tribun Timur
Sosok Kapolri yang Dicopot Soeharto, Bermula Ungkap Perkosaan, Pesan Sang Ibu Bikin Tenang 

Menguak SOSOK Kapolri yang Dicopot Presiden, Bermula Ungkap Perkosaan, Pesan Sang Ibu Bikin Tenang

TRIBUNBATAM.id - Polisi adalah lembaga yang tak tergantikan, kata-kata ini dikutip dari pernyataan penulis hebat Prancis, Casamayor seperti dilansir dari buku 'Hoegeng: Oase Menyejukkan Di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa', karya Aris Santoso terbitan Bentang Pustaka.

Polisi itu ibarat sepatu yang senantiasa dibutuhkan.

Bila sepatu itu kemasukan air, apakah sepatu itu akan dibuang dan kita berjalan dengan kaki telanjang?

Sepatu itu dikeringkan dengan menjemurnya, kalau ada yang sobek dijahit, tetapi sepatu itu tetap diperlukan untuk melindungi kaki dari beling, paku, dan benda tajam lainnya.

Dalam konteks ini pula sangat relevan diketengahkan keteladanan seorang jenderal polisi bernama Hoegeng untuk dicontoh. Demikian ditulis buku 'Hoegeng: Oase Menyejukkan Di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa'.

Bukan untuk kalangan polisi saja, tetapi masyarakat umum pun dapat belajar dari kisah kehidupan Pak Hoegeng. 

Nama Jenderal Hoegeng Iman Santosa mungkin tak perlu diragukan lagi. Sosoknya adalah satu nama Kapolri di Indonesia yang legendaris.

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santosa terkenal akan kejujuran dan keberaniannya.

Berikut adalah salah satu fragmen kehidupan mantan Kapolri RI 1968-1971 ini.

Halaman
1234
Penulis: Aminudin
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved