BATAM TERKINI

Rini Pulang Jam 03.00 Pagi Demi Bersihkan Sampah Sisa Pesta Tahun Baru di Engku Puteri Batam

Di balik pesta meriah tahun baru, ada pasukan kebersihan yang harus berjibaku membersihkan sampah berserakan yang ditinggalkan puluhan ribu warga.

TRIBUNBATAM.ID/WIDI WAHYUNINGTYAS
Pesta tahun baru 2020 di Dataran Engku Puteri Batam, Selasa (31/12/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sekitar 40.000 orang berkumpul dan berpesta menyambut tahun baru 2020 di Dataran Engku Puteri Batam, Selasa (31/12/2019).

Di balik pesta meriah itu, ada pasukan kebersihan yang harus berjibaku membersihkan sampah berserakan yang ditinggalkan puluhan ribu yang pulang berpesta.

Sampah plastik seperti botol minuman, plastik pembungkus makanan, kertas-kertas, hingga tikar terpal yang tertinggal terlihat berserakan di Dataran Engku Putri Batam usai pesta tahun baru sekitar jam 00.12, Rabu (1/1/2019).

Pesta pun usai, dan tibalah giliran para pasukan kuning bergerak memastikan lokasi menjadi kembali bersih.

Di antara banyaknya warga yang berkerumun untuk keluar dari lokasi, tampak beberapa petugas berbaju oranye yang menunggu di sudut-sudut alun-alun. Mereka adalah petugas kebersihan yang akan mengeksekusi sampah-sampah sisa keriuhan acara ini.

Rini, merupakan satu di antara pasukan kuning yang telah bekerja hampir 5 tahun sebagai petugas kebersihan di Dataran Engku Putri Batam.

Wanita ini mengaku, sudah siaga sejak pukul 18.00 WIB.

"Saya duduk di bawah pohon belakang panggung. Ramailah sama kawan-kawan, ada 100 lebih," terang Rini.

 Akses Jalan Menuju Bandara Letung Anambas Sudah Mulus, Masyarakat Tak Khawatir Jalan Berlubang Lagi

 Pakaian Imlek Sudah Bisa Didapatkan di Sunboss Department Store Batam

Ia mengaku memang sering lembur bila ada acara di sekitar lokasi kerjanya, yakni di Dataran Engku Putri.

Siang hari selesai kerja pukul 11.30 WIB, ia sempat pulang dulu ke rumahnya di kawasan Belian, Batam Center.

Baru kemudian diantar lagi oleh suaminya pukul 17.30 WIB ke lokasi acara Kenduri Akhir Tahun.

Meski lelah, ia mengaku cukup senang bisa ikut menikmati acara sembari bekerja.

Saat acara berlangsung, ia tidak begitu banyak bekerja, baru setelah acara selesai, ia mulai bergerak untuk membersihkan sampah.

"Banyak kali sampahnya, apalagi yang di dalam alun-alun," keluh Rini.

Darinya diketahui, petugas kebersihan dibagi ke beberapa areal, yakni di dalam alun-alun, hingga ke jalanan depan alun-alun.

 Asik Berenang di Pantai Trikora Bintan, Seorang Pengunjung Terseret Ombak, Begini Nasibnya

 Cukai Rokok Naik Ditanggapi Beragam, Ada yang Pasrah, Ada yang Pindah ke Rokok Lain

Rini sendiri kebagian membersihkan bagian jalanan depan gerbang utama alun-alun.

Di bagian depan saja, ia telah mengumpulkan 4 karung hitam sampah seberat kurang lebih 7 hingga 8 kg per karungnya.

“Banyak kali, tadi ada berapa lori (truk) tuh, 6 apa 7 lah. Kalau sampah dari dalam alun-alun lebih banyak lagi," ujarnya.

Setelah bersih-bersih sampah, ia baru bisa pulang pukul 03.00 WIB.

Lembur hingga dini hari, tidak lantas membuat Rini bisa istirahat santai esok harinya.

Sebab, ia sudah harus berangkat kerja lagi pukul 06.00 WIB.

Meski lelah, ia mengaku ikhlas menjalani pekerjaannya.

Rini sudah terbiasa bekerja dan bangun pagi.

“Kadang kalau lihat sampah berserakan itu suka sedih, banyak kali. Lihatnya saja udah capek. Tapi mau gimana lagi, sudah pekerjaan kita," tutur Rini pasrah.

Ia berharap masyarakat bisa lebih tertib dalam membuang sampah ke tempatnya. Ia sering merasa sedih bila ada orang yang dengan sengaja membuang sampah di depannya.

Meski demikian, ia mengatakan masih banyak juga orang yang baik kepadanya, sampai kadang memberinya makanan saat bekerja.

“Ya, sering ada yang kasih makanan. Biasanya aku bawa pulang," katanya.

Saat disinggung mengenai bonus lemburan, perempuan asal Indramayu ini hanya tertawa.

“Ya, adalah," tutupnya. (tribunbatam.id/widiwahyuningtyas)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved