BATAM TERKINI

Dicanangkan Sejak 2018, Hingga Kini E-Parking di Batam Tak Kunjung Diterapkan, Ini Kendalanya

Kepala UPTD Parkir, Alexander Banik mengatakan, ada kendala yang masih ditemui dalam sistem e-parking sehingga belum bisa diterapkan di Batam.

Dicanangkan Sejak 2018, Hingga Kini E-Parking di Batam Tak Kunjung Diterapkan, Ini Kendalanya
Tribunnews.com
Ilustrasi juru parkir 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sistem e-parking yang sudah dicanangkan sejak 2018 akhir tak kunjung diluncurkan hingga awal 2020. Ada kendala yang masih ditemui dalam sistem e-parking ini.

"Pak wali kemarin minta disederhanakan lagi sistemnya. Pasalnya waktu uji coba beberapa waktu lalu memakan waktu yang cukup lama," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Parkir Dinas Perhubungan Kota Batam, Alexander Banik, Jumat (3/1/2020).

Diakuinya pihaknya akan mengubah cara pembayarannya saja. Sejauh ini pihaknya sedang menyiapkan alatnya.






"Cara bayarnya jadi tidak pakai non tunai. Tapi menggunakan elektronik seperti e-money, barcode, ATM. Jadi seperti trans Batam. Juru parkir (jukir) akan pegang alat itu. Tetapi masih dipikirkan lagi," kata pria yang kerap disapa Alex ini.

Selain itu, kendalanya berada di juru parkir (jukir). Karena jukir yang tidak dikontrak dan digaji, masih dikhawatirkan untuk memegang aset negara.

Pasca Banjir, Penerbangan Batik Air Tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma ke Batam Kembali Normal   

Soal Rempang Galang, Balon Wali Kota Batam Lukita : Kita Harus Lakukan Sesuatu

"Kita lagi cari formula yang pas. Yang pasti cara kita untuk meminimalisir kebocoran di lapangan adalah non tunai. Tak ada cara lain," katanya.

Alex berharap, sistem e-parking ini bisa diterapkan tahun ini. Jika sudah ditemukan sistem yang tepat.

Sementara itu, menanggapi pihaknya harus meniru sistem e-parking di Singapura, Alex mengaku tak sanggup.

Pasalnya tak didukung dengan fasilitas daerah yang lengkap dan APBD yang cukup.

"Di sanakan seperti tol. Dimana-mana ada CCTV. Nah di Batam CCTV saja masih kurang dan biayanya mahal. Jangan bandingkan dengan Surabaya dan Singapura. Duit mereka berapa, duit kita berapa," tuturnya. 

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved