Virus Corona Buat Panik! Pasien yang Positif Terjangkit Bantah Pernyataan Pemerintah

Namun belakangan beredar informasi, bahwa kontak WN Jepang dengan pasien itu terjadi di sebuah acara dansa di Jakarta.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan kepada wartawan di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden menyatakan telah memerintahkan para menteri untuk mengingatkan para pejabat publik dan pihak rumah sakit agar tidak membuka data pasien positif corona serta mengajak masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dan beraktivitas seperti biasa. 

TRIBUNBATAM.id - Pemerintah diduga memberikan sejumlah informasi yang tak akurat, terkait pasien kasus 1 dan kasus 2 positif corona ( covid-19).

Sejumlah keterangan dari pejabat pemerintah sempat berubah-ubah.

Sejumlah pernyataan pemerintah juga belakangan dibantah dan diralat oleh pasien. Berikut rangkumannya:

Pasien Batah Keterangan Menteri 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut pasien berteman dekat dengan warga negara Jepang domisli Malaysia yang diduga menularinya.

Terawan bahkan menyebut WN Jepang tersebut berkunjung ke rumah pasien.

Sebanyak 64,7 Persen Pasien Pulih dari Infeksi Virus Corona, Total Keseluruhan Sebanyak 52.032 Orang

Jokowi Sebut Musuh Terbesa Bukan Corona, Tetapi Rasa Cemas dan Hoaks

Heboh Virus Corona, Larangan Bersalaman, Sejumlah Negara Ini Punya Cara Unik Mengganti Jabat Tangan

"Ini, kan, teman dekatnya, datangnya ke rumah, dong. Di sini, di daerah Depok (rumahnya)," kata Terawan pada Senin (02/03/2020).

Namun belakangan beredar informasi, bahwa kontak WN Jepang dengan pasien itu terjadi di sebuah acara dansa di Jakarta.

Menkes pun akhirnya meralat keterangan dan mengakui bahwa kontak terjadi di acara dansa.

"Dia dansa dengan teman dekatnya, tanggal 14 Febuari," kata Terawan.

Namun, keterangan Menkes bahwa pasien dan WN Jepang itu berteman dibantah oleh pasien sendiri.

Pasien kasus 2 menegaskan anaknya (pasien kasus 1), tak kenal dengan WN Jepang yang dimaksud Menkes.

Hal ini terungkap dalam wawancara khusus kepada Kompas yang ditayangkan dalam Kompas.id.

Pengendara Ojek Online di Batam Dikarantina terkait Corona, Sempat Susah Ditelusuri Keberadaannya

Derita PRT di Hong Kong Sejak Ada Virus Corona, Dipecat Karena Keluar Rumah, Sulit Cari Kerjaan Baru

Melalui saluran telepon, Kompas mewawancarai pasien 2 yang sedang di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, Selasa (03/03/2020) siang.

“Anak saya tidak kenal,” ucap pasien.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved