Praktek Pembunuhan Sadis Kucing Marak Terjadi di China, Daging Dimakan & Kulit Dijual Buat Bikin Tas
Di China, kucing menjadi satu hewan yang juga menjadi komoditi perdagangan yang cukup berkembang pesat,
Praktek Pembunuhan Sadis Kucing Marak Terjadi di China, Daging Dimakan & Kulit Dijual Buat Bikin Tas
TRIBUNBATAM.id- Praktek perdagangan hewan ilegal masih saja kerap terjadi.
Padahal praktek perdagangan hewan buat diambil bulunya itu menuai banyak kecaman karena dianggap sadis.
Beberapa praktek perdagangan kucing ilegal dilakukan secara sadis, demi mengambil daging dan bulunya untuk dijual.
Dilansir dari Nextshark, Jumat (27/3/2020), Masyarakat Bebas Bulu, sekelompok sukarelawan sedunia yang berkampanye menentang penggunaan bulu binatang, menjelaskan tentang hal tersebut.
Penjualan daging dan bulu kucing di China terus tumbuh.
• Fakta-Fakta Kambing, Ayam dan Kucing Mati Mendadak di Bekasi, Video Viral Bikin Penasaran Warga
• Jual Kucing Hutan Langka di Facebook, 2 Orang Dibekuk Satreskrim Polres Majalengka
Lebih jauh, saat ini juga tidak ada undang-undang yang menentang kekejaman terhadap binatang.
Menurut organisasi nirlaba itu, sebagian besar kucing yang ditangkap dalam perdagangan itu adalah hewan liar.
Kucing-kucing itu tidak pernah dimusnahkan atau dikebiri.

• Imam Prasodjo Ketar-ketir Bayangkan Penularan Corona saat Puasa dan Lebaran: RS Bakal Kolaps
• Catat! Pelayanan Bank di Bandara Hang Nadim Batam Ditutup Sementara, Dialihkan ke Unit Terdekat
Sehingga mereka terus bereproduksi pada tingkat yang “mengkhawatirkan”.
Selain itu, beberapa orang diduga juga mengambil kucing peliharaan.
Perlakuan seperti itu membuat pemiliknya mencari-cari dan terkadang menemukan kucingnya dalam pembantaian yang menyedihkan.
"Mereka dijual kepada tukang daging yang merebus mereka hidup-hidup."
"Biar kulitnya menjadi sepatu, sarung tangan, dompet, dll," klaim kelompok Bebas Bulu tersebut dalam sebuah postingan Facebook.
Postingan itu sontak mengundang banyak perhatian publik.
"Ini menghancurkan hatiku hingga berkeping-keping."
"Saya menangis," komentar salah seorang Pengguna Facebook.
• Fatwa MUI Soal Shalat Bagi Tenaga Kesehatan yang Gunakan APD, Boleh Tak Bersuci Jika Terdesak
• Perketat Social Distancing, Polsek Nongsa Batam Tetap Layani Pengurusan SKCK
Sementara yang menanyakan hati nurani pelaku tindakan kejam ini.
"Bagaimana orang bisa melakukan tindakan itu?"
Sebenarnya, kegiatan memakan kucing dan anjing di China adalah legal.

Namun itu hanya tindakan minoritas dan jauh dari aktivitas normal yang dilakukan kebanyakan orang.
Pada 2017, sosial media di China bereaksi juga dengan ketakutan terkait seorang pria yang yang ketahuan mengangkut sekitar 500 kucing.
Beberapa diantaranya adalah hewan peliharaan yang dicuri, dimasukkan ke dalam kandang kecil dan hendak dijual ke restoran.
• Pandemi Virus Corona Membuat Stephan El Shaarawy Rindu Italia
• Anthony Joshua Diprediksi Akan Tampil Hebat Saat Hadapi Kubrat Pulev, Ini Alasannya
Sebuah survei lokal pada tahun yang sama mengungjap bahwa 13% penduduk di Yulin - tempat festival anjing tahunan terkenal di Cina - tidak pernah makan anjing, sementara 59% diantaranya jarang mengonsumsinya.
"Yang benar adalah bahwa makan anjing dan kucing bukan bagian dari praktik kuliner arus utama China bahkan di Yulin, rumah dari festival daging anjing," kata Peter Li, spesialis kebijakan China untuk Humane Society International. (*)
(Muflika Nur Fuaddah)
Artikel ini pernah tayang di Intisari-Online.com dengan judul "Tukang Daging Ini Dituduh Merebus Kucing Hidup-hidup dan Menjadikannya Dompet Serta Baju Lucu, 500 Kucing Dulu Juga Pernah Ketahuan Diangkut"