Perantau Diusir Warga Kampung, Padahal Orangtuanya Jual Babi Untuk Tiketnya Pulang

Insiden pemudik diusir warga tersebut menimpa seorang pemuda bernama Yohanes Januarius Subandi (28).

Editor: Eko Setiawan
KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS
Yohanes Januarius Subandi (28), saat dimintai keterangan oleh petugas posko penangan Covid-19 Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT. Pemudik Diusir Warga karena Dianggap Bawa Virus Corona, Terpaksa Mudik karena Terkena PHK. 

TRIBUNBATAM.id, MAUMERE - Seorang Pemudik di usir dari kampung ketika baru saja sampai dirumah.

Warga Kampung takut tertular Wabah Corona dari perantau yang baru pulang kampung tersebut.

Padahal untuk pulang kapung, orangtuanya harus menjual seekor babi di kampungnya.

Bebas Karena Program Asimilasi Covid-19, 13 Napi Kembali Ditangkap Atas Tindak Kejahatannya

Di tengah Corona, Perusahaan di Bintan Kembali Ekspor Santan Kelapa Senilai Rp 1,3 Miliar ke Jerman

Pelarian Pelaku Penipuan Terhenti Dirumah Mertua, Sudah Banyak Korban Buat Laporan Polisi

Seorang pemudik diusir warga lantaran dianggap membawa wabah virus corona atau Covid-19.

Insiden pemudik diusir warga tersebut menimpa seorang pemuda bernama Yohanes Januarius Subandi (28).

Ia merupakan warga Dusun Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Ia diusir warga kampung saat pulang dari merantau di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dilansir Kompas.com, Yohanes tiba di kampung halamannya pada Minggu (12/4/2020).

Cara Kerja Virus Corona, Pahami Gejala Awal Covid-19 dan Lakukan Isolasi Mandiri

Hasil Tracing Contact, Jumlah Pasien Positif Covid-19 Klaster Kantor di Batam Bertambah 3 Orang

Selama ini, Yohanes bekerja di Samarinda.


Lantaran diberhentikan dari perusaahan, Yohanes memilih mudik ke kampung halamannya di Dusun Waipare.

Malangnya, saat masyarakat mengetahui ada orang yang baru tiba dari tanah rantau, rumah pemudik ini didatangi warga secara beramai-ramai.

Mereka lalu mengusir Yohanes dari rumah orangtuanya.

Mereka membawanya ke posko penanganan Covid-19 Desa Watumilok untuk dimintai keterangan.

Saat warga memenuhi posko, polisi dari anggota Polsek Kewapante datang.

Yohanes akhirnya dibawa menuju Posko Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Lambertus Sedu, ayah Yohanes Januarius Subandi menuturkan, anaknya baru tiba dengan pesawat di Bandara Frans Seda Maumere.

Tiba di bandara, ia pun menjemput anaknya menuju Posko Gugus Tugas di Kantor Dinkes Sikka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved