Minum Milk Tea 2 Kali Sehari Selama Satu Bulan, Gadis 18 Tahun Pingsan dan Koma
Ibunya mengatakan, sebagai penggemar teh susu, Tian Tian telah minum dua cangkir teh susu per hari dalam sebulan terakhir
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Tian Tian koma, setelah kadar gula darahnya 25 kali lebih tinggi dari orang biasa
Pada malam hari tanggal 2 Mei, Tian Tian ditemukan tidak sadarkan diri, hingga kemudian dilarikan Rumah Sakit Ruijin di Jiading, Shanghai dengan ambulans.
• Setelah Gajah, Giliran Sapi Jadi Korban, Mulut Sapi Ini Hancur Setelah Makan Gandum Berisi Petasan
• Rakyat Singapura Harus Kuat Hadapi Krisis Ekonomi Karena Covid-19, PM: Negara Ini Lahir Saat Krisis
Setelah melihat tingkat tekanan darah Tian Tian, staf medis darurat curiga dia koma karena gula darah tinggi, dan segera mengirimnya ke ruang Unit Perawatan Intensif Darurat (EICU).
Setelah tes darah dilakukan, staf medis menemukan kadar gula darah Tian Tian sekitar 25 kali lebih tinggi daripada orang biasa, menurut Xin Hua Net.
Juga dilaporkan bahwa Tian Tian mengalami gejala seperti mulut kering, mual, dan bahkan poliuria (keinginan untuk sering buang air kecil) lebih dari seminggu sebelum komanya.
Laporan berikutnya mengungkapkan Tian Tian menderita berbagai komplikasi seperti gula darah tinggi, syok serta kerusakan ginjal, dan hidupnya tergantung pada seutas benang.
Atas instruksi yang diberikan oleh Direktur Lu Yiming dari Departemen Darurat, tim EICU melakukan serangkaian tindakan penyelamatan seperti intubasi trakea, ventilasi mekanis, resusitasi cairan, dan hemodialisis samping tempat tidur.
Tian Tian sadar kembali setelah lima hari, dan ia kemudian berjanji untuk tidak minum teh susu lagi.
Setelah lima hari koma, Tian Tian perlahan-lahan sadar dan tidak perlu bergantung pada ventilator.
Baik kadar glukosa darahnya dan indikator tes darah secara bertahap kembali normal, dan dia bahkan kehilangan 35kg setelah menjalani perawatan ini.
Pada 1 Juni, Tian Tian dipindahkan ke Rumah Sakit Nanxiang untuk perawatan lebih lanjut.
Dia juga berjanji kepada tim EICU di rumah sakit Ruijin bahwa dia tidak akan pernah minum teh susu lagi.
• Hebat, Selandia Baru Laporkan Pasien Terakhir Covid-19 Sudah Dipulangkan, Tak Ada Lagi Kasus Corona
• Terjebak di Singapura Saat Krisis Covid-19: Saya Tahu Ramadhan Sudah Lewat, Tapi Saya Terpaksa Puasa
Menurut Direktur Lu, tim EICU sebelumnya telah merawat tiga kasus pasien sakit kritis dengan kadar gula darah yang sangat tinggi seperti Tian Tian.
Pasien-pasien ini kelebihan berat badan, tidak mengontrol asupan gula mereka dan tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes.
Jika mereka tidak segera dirawat, mereka bisa meninggal dunia.
Sehubungan dengan hal ini, Lu menyarankan anak muda, terutama mereka yang kelebihan berat badan, untuk menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat.
Dia menambahkan bahwa mereka harus minum lebih sedikit minuman manis, berolahraga lebih teratur dan menjalani pemeriksaan fisik secara teratur untuk menilai risiko mereka terkena diabetes. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/seorang-gadis-18-tahun-yang-hanya-dikenal-dengan-nama-tian-tian-koma.jpg)