KARIMUN TERKINI
Mayat di Perairan Dekat Singapura Ternyata Sayid, Nelayan Karimun yang Hilang saat Mancing
Dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga terkait ciri-ciri korban, teryata benar keluarga yang dicari, Sayid Kadar Zailani
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Nelayan Karimun, Sayid Kadar Zailani, pria (37) yang dikabarkan hilang terseret jaring di Perairan Pulau Nipah, Tanjung Balai Karimun akhirnya ditemukan.
Ia ditemukan Polisi Marine Singapore di perairan Tuas, Singapura.
Hal itu dibenarkan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang Mu'min. Ia mengatakan, nelayan yang terjatuh dari kapal kayu/pompong, Selasa (9/6/2020) lalu sudah ditemukan.
Kantor SAR Tanjungpinang menerima informasi dari Police Marine Singapore Inspektor Helmi bahwa telah menemukan jenazah di Perairan Tuas Singapura.
Kemudian dilakukan pemeriksaan dengan pencocokan identitas korban.
• 3 Hari Sejak PPDB Dibuka, Link http://ppdb-batam.id Susah Diakses, SMPN 3 Baru Terima 21 Pendaftar
• TAK Selalu Berbahaya, Simak Manfaat dan Efek Negatif Kafein Bagi Kesehatan
Setelah melaksanakan koordinasi dengan pihak keluarga terkait tanda dan ciri-ciri korban yang ditemukan oleh pihak Police Marine Singapure, ternyata keluarga yang dicari.
"Dari koordinasi tim SAR dengan Police Marine Singapore, korban telah berhasil ditemukan. Saat ini tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Karimun bersama Tim SAR Gabungan melaksanakan persiapan menuju ke lokasi," ujarnya.
Sebelumnya, dalam keterangan tertulisnya, Mu'min menerangkan kronologis kejadian bermula saat korban bersama temannya menjaring ikan di perairan Pulau Nipah.
Berdasarkan saksi, rekan korban, bahwa korban terjatuh saat melempar jaring, teman korban berusaha mengangkat jaring namun korban tidak ditemukan.
Tim resquer SAR bersama tim gabungan saat ini tengah melakukan pencarian korban.
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat ditemukan terapung di perairan Out Port Limited (OPL) dekat negara Singapura.
Ada dugaan mayat tersebut adalah nelayan asal Pulau Parit, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bernama Sayid (sebelumnya tertulis Syed) Kadar Zailani (37).
Sayid dikabarkan hilang saat menangkap ikan di sekitar Pulau Nipah beberapa hari lalu.
Menurut informasi yang diperoleh, mayat tersebut ditemukan oleh Maritim Singapura pada Kamis (11/6/2020) sore.
Kondisi mayat dalam keadaan tertelungkup. Sebagian bagian luar tubuh mayat juga tidak utuh lagi.
• TAHUN Ini Jemaah Haji Batam Tak Berangkat, Uang Pelunasan ONH Boleh Diambil Lagi, Ini Syaratnya
• KESAL Susah Daftarkan Anak Lewat http://ppdb-batam.id, Orangtua: Cari Solusi Jangan Cuma Buka Posko
Kasat Polairud Polres Karimun Iptu Binsar Samosir yang dikonfirmasi membenarkan adanya informasi penemuan mayat itu.
Namun Binsar menyebutkan pihaknya belum bisa memastikan apakah mayat itu adalah Sayid Kadar Zailani.
"Semalam SAR mendapatkan informasi. Tapi kita belum dapat pastikan apakah nelayan kita atau bukan," kata Binsar, Jumat (12/6/2020).
Binsar melanjutkan, hingga saat ini pihak keluarga Sayid juga belum dapat memastikan melalui ciri-ciri yang dikirimkan oleh Maritim Singapura.
"Kita masih melakukan pencocokan ciri-ciri sebelum memutuskannya," ujarnya.
Bahkan jika memang diperlukan untuk mengidentifikasi mayat tersebut, pihaknya akan mengambil sampel DNA korban dan mencocokkan dengan anggota keluarganya.
"Kita masih perlu memastikan. Sekarang anggota masih di lapangan," katanya.
Hingga saat ini mayat masih berada di negara Singapura.
Nelayan Karimun Hilang di Laut
Sebelumnya, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang nelayan Kabupaten Karimun Sayid Kadar Zailani (37).
Ia dikabarkan hilang saat menjaring ikan di laut.
Kasat Pol Airud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir mengatakan, pihaknya menurunkan sarana dalam pencarian nelayan asal Desa Parit, Kecamatan Karimun itu.
"Seluruh kapal Pol Air Polres Karimun kami gunakan dalam pencarian," kata Binsar, Rabu (10/6/2020).
Pencarian dilakukan oleh Polairud Polres, Polda, Basarnas, Tagana, Lanal dan masyarakat. Instansi terkait juga turut menurunkan kapal-kapal yang mereka miliki.
• Nasib Tak Kunjung Jelas, Sejumlah Warga Korban Kaveling Bodong Datangi Mapolda Kepri
• Tagihan Listrik Bengkak, Isdianto Ingatkan PLN Tanjungpinang: Jangan Ada Pemutusan Aliran Listrik
Binsar menyebutkan, zona pencarian semakin diperluas, hingga perairan Selat Gelam, Selat Mendaun, Selat Durian, perairan Pulau Pandan dan Pulau Nipah.
"Hingga sekarang masih dilakukan pencarian," ujar Binsar.
Diketahui, hilangnya nelayan ini terjadi pada Senin (8/6/2020), di saat Sayid Kadar Zailani dan rekannya Andi Musriadi sedang menjaring ikan, Senin (8/6/2020).
Keduanya melompat ke laut karena diduga sebuah kapal super tanker hampir menabrak perahu mereka.
Andi Musriadi dapat selamat karena bisa berenang. Sementara Sayid yang diduga tidak dapat berenang menghilang.
(Tribunbatam.id/bereslumbantobing/Elhadif Putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1206penemuan-mayat-di-perairan-opl.jpg)