Breaking News:

Saksi Kasus Pembunuhan Babak Belur, Enam Polisi Diperiksa, Mabes Polri Janji Tindak Oknum Pemukul

Sarpan diperiksa hingga berhari-hari di Mapolsek Percutseituan, terkait kematian buruh bangunan bernama Dodi Somanto alias Andika (41)

Tribun Medan
Kolase foto Kapolsek Percut Seituan Kompol Otniel Siahaan dan saksi kasus pembunuhan Sarpan, yang wajahnya babak belur 

TRIBUNBATAM.id - Mabes Polri angkat suara terkait sejumlah oknum polisi di Polsek Percutseituan, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) yang memukuli saksi pembunuhan hingga babak belur.

Sarpan merupakan saksi kasus pembunuhan sadis di Jalan Sidumolyo, Gang Gelatik Pasar 9, Desa Sei Rotan Kecamatan Percutseituan, pada 2 Juli 2020 lalu.

Istri Histeris Lihat Jasad Suami Tergantung di Tiang Bangunan, Izin Pamit, Stres Ekonomi Sulit

Sarpan diperiksa hingga berhari-hari di Mapolsek Percutseituan, terkait kematian buruh bangunan bernama Dodi Somanto alias Andika (41).

Ia diduga mendapat perlakuan tak menyenangkan selama menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pembunuhan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Awi Setiyono menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika jajarannya terbukti melakukan penganiayaan terhadap saksi pembunuhan bernama Sarpan (57) di Polsek Percutseituan.

POLRI Berduka, Polisi Diserang Pakai Sajam saat Mengendarai Motor, Terluka Parah hingga Meninggal

"Apapun jika ada pelanggaran akan kami dudukkan permasalahannya.

Kalau laporan itu betul akan ditindak tegas," kata Awi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/07/2020).

Sarpan (57) saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (7/7/2020) sore.
Sarpan (57) saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (7/7/2020) sore. ((TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA))

Awi mengatakan kasus itu telah ditangani Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumatera Utara.

Tak hanya itu, Direktorat Profesi dan Pengamanan Kepolisian Sumatera Utara juga telah membuat tim untuk mengaudit kasus tersebut.

"Mereka akan audit investigasi terkait kebenaran kasus itu.

Kan, ada pengakuan korban dan pelaku. Itu akan didalami.

FAKTA Kompol Sutiono, Polisi yang Tidur di Nisan Tengah Malam Saat Makamkan Pasien Covid-19

Kan, korban dipukuli dalam tahanan, apakah insiatif tahanan yang lain.

Apakah ada yang perintahkan anggota, kita akan investigasi semua. Sama-sama kita akan tunggu," jelasnya.

Ilustrasi penganiayaan(Shutterstock)
Ilustrasi penganiayaan(Shutterstock) (Kompas.com)

Mabes Polri, kata Awi, juga bakal melakukan pengawasan berjenjang.

Dugaan Pembunuhan Editor Metro TV Yodi Prabowo, Polisi Periksa Tiga Saksi

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved