BATAM TERKINI
Pakai Bahan Berbahaya, BPOM Kepri Ungkap Risiko Hisap Rokok Elektrik
Rokok elektrik baik yang menggunakan cairan atau likuid atau yang pembakaran secara elektrik akhir-akhir ini menjadi tren. Ini bahayanya menurut BPOM.
Selain itu, X-ray maupun CT scan menunjukkan bintik-bintik yang tampak kabur di paru-paru.
Namun tidak ada jenis infeksi paru lain yang terdeteksi dimana berarti tes untuk virus maupun infeksi bakteri lain negatif.
Rekomendasi CDC
Terkait dengan munculnya banyak kasus EVALI, CDC maupun Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat merekomendasikan agar orang-orang tidak menggunakan rokok elektrik yang mengandung THC.
Selain itu, juga dianjurkan agar tidak menambahkan vitamin E asetat ke dalam produk vape.
Masyarakat juga diimbau untuk sebaiknya menghindari produk vape apa pun karena belum diketahui dengan pasti zat tunggal penyebab munculnya EVALI.
Para pengguna vape juga diimbau untuk selalu memantau kesehatannya dan lekas mengunjungi penyedia layanan kesehatan apabila mengalami gejala seperti di atas. (TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN)
*Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal EVALI, Penyakit Paru Misterius akibat Rokok Elektrik",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/vape_20180508_095124.jpg)