VIRUS CORONA DI BATAM
Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 Tak Bergejala di Batam 295 Orang, Total Kasus Positif Corona 480 Orang
Meski pada hari ini tidak ada penambahan kasus konfirmasi Covid-19, namun jumlah kasus suspek bertambah 81 orang menjadi 1.843 kasus.
Sebanyak 117 orang diketahui ikut dalam kegiatan yang bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Batam ini.
Apalagi diketahui, salah seorang atasan tempat hiburan malam (THM) di kawasan itu terpapar Covid-19 dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros Batam.
"Sudah kami evakuasi ke (RSKI Covid-19) Galang. Kelima orang itu pekerja biasa di sekitar Kampung Bule," ujar Kadinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi saat dihubungi TribunBatam.id, Senin (24/8/2020).
Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19
Kasus ambil paksa jenazah Covid-19 di RSBP Batam berbuntut panjang.
Seorang wanita paruh baya ikut dibawa ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 di Galang, Kota Batam, Provinsi Kepri setelah insiden yang membuat heboh itu.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, wanita ini bertempat tinggal di kawasan Batam Kota.
Wanita ini pun melengkapi daftar kontak erat (close contact) mendiang YHG.
Kata Didi, total keseluruhan kontak erat berjumlah 23 orang.
Seperti diketahui, jenazah berinisial YHG merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 433 di Kota Batam.
"Umur sekitar 40 sampai 50-an. Sedang proses dibawa ke RSKI Covid-19 di Galang," ujarnya saat dihubungi TribunBatam.id, Senin (24/8/2020).
Menurutnya, wanita ini sempat mengusap air liur mendiang YHG ke wajahnya saat insiden ambil paksa jenazah dilakukan.
Diduga, tindakan itu adalah bentuk kekecewaan jika jenazah YHG harus dimakamkan sesuai protokol Covid-19.
Sebelumnya, sebanyak 12 orang yang terlibat dalam insiden ambil paksa jenazah sendiri terkonfirmasi positif Covid-19.
Dari Kadinkes Batam diketahui, saat insiden ambil paksa jenazah dilakukan, kerabat atau keluarga YHG juga menyewa sebanyak 6 (enam) orang petugas mayat untuk membawa jenazah ke rumah duka.