KEPRI TERKINI

Covid-19 di Kepri Meledak, Jumlah Kasus Berpacu di Batam, Bintan, Pinang

Dalam sepekan terakhir, corona juga menyerang sejumlah tenaga kesehatan di Batam, baik di RSUD Embung Fatimah dan sejumlah Puskesmas.

TRIBUNBATAM.id/SON
Ilustrasi. Penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri dalam beberapa hari terakhir semakin mencemaskan karena kasus-kasus baru bermunculan, tiga wilayah, Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang dan Kota Batam semakin memerah. 

Menyedihkannya, sejumlah tenaga kesehatan di Kota Batam juga menjadi sasaran virus ini.

Ada sejumlah dokter, bidan, perawat hingga supir ambulans yang terpapar virus ini. Mereka tersebar dari berbagai fasilitas kesehatan, seperti RSUD Embung Fatimah hingga sejumlah Puskesmas.

Empat Puskesmas tutup, tetapi beberapa Puskesmas lainnya masih tetap melayani masyarakat meskipun ada tenaga kesehatan mereka yang positif Covid-19.

Setelah menutup pelayanan Poliklinik dan Istalasi Gawat Darurat setelah satu tenaga kesehatan positif, Jumat lalu, RSUD langsung melakukan swab terhadap puluhan karyawannya.

Direktur RSUD Embung Fatimah Ani Dewiyana kepada Tribun tadi malam mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil swab tersebut.

“Nanti akan dirilis oleh Dinkes atau Gugus Tugas,” kata Ani.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyebut, lonjakan kasus beberapa hari terakhir akibat menurunnya disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Didi mengatakan, akibat lonjakan pasien, empat kecamatan saat ini berstatus zona merah. Keempatnya adalah Kecamatan Sekupang, Kecamatan Nongsa, Kecamatan Batamkota, dan Kecamatan Seibeduk.

Kecamatan lain juga sebenarnya tidak aman. Lubukbaja, Bengkong, Sagulung dan Batuaji berstatus oranye atau satu tingkat di bawah merah.

Sedangkan status zona kuning tinggal menyisakan Kecamatan Batuampar. Dan zona hijau tiga kecamatan, yakni Belakangpadang, Bulang, serta Galang.
Tanjungpinang 19.

Perkembangan kasus signifikan juga terjadi di Tanjungpinang karena transmisi lokal atau penularan antarwarga semakin berkembang.

Pada Minggu (29/8/2020) kemarin, Plt Wali Kota Tanjungpinang Rahma selaku ketua Gugus Tugas merilis 19 kasus baru di kota itu sehingga totoalnya menjadi 169 kasus.

Seluruh kasus terjadi pada warga Tanjungpinang. Ada yang berdasarkan klaster lama, tetapi ada juga kasus baru yang belum diketahui klasternya atau tidak memiliki riwayat kontak dengan kasus sebelumnya.

Sebagian lagi adalah kasus impor karena memiliki perjalanan dari daerah lain.

Dari ekspose Rahma, kemarin, empat kasus tidak memiliki riwayat kontak, empat memiliki riwayat kontak dari kasus sebelumnya dan selebihnya kasus impor.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved