KEPRI TERKINI
Covid-19 di Kepri Meledak, Jumlah Kasus Berpacu di Batam, Bintan, Pinang
Dalam sepekan terakhir, corona juga menyerang sejumlah tenaga kesehatan di Batam, baik di RSUD Embung Fatimah dan sejumlah Puskesmas.
Dari kasus impor itu, enam orang satu keluarga, terkonfirmasi setelah melakukan perjalanan keluar daerah. Satu orang mempunyai riwayat perjalanan ke Pekanbaru dan satu orang dari Palembang.
Kadinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan, dari seluruh kasus yang terjadi di ibukota Provinsi Kepri ini, sebanyak 64 kasus atau 38 persen merupakan kasus impor atau memiliki riwayat perjalanan dari daerah lain.
Sedangkan 96 kasus atau 57 persen merupakan transmisi lokal.
Namun, dari seluruh kasus yang terjadi di Kepri, dalam sepekan terakhir, sebagian besar berstatus OTG (orang tanpa gejala).
Artinya, orang yang terlihat sehat namun di tubuhnya ternyata ada virus. Di Pinang sendiri, kata Rustam, 118 kasus atau 70 persen merupakan kasus tanpa gejala.
Fenomena ini tentu saja semakin memprihatinkan. Bahkan, untuk menghindari munculnya klaster baru di lingkungan pemerintahan, Pemko Batam kembali menerapkan work from home (WFH) bagi seluruh ASN di lingkungan Pemko Batam mulai Senin (31/8/2020) hari ini.
Sikap menganggap enteng dari sejumlah masyarakat terhadap virus ini juga mulai ada yang berlebihan.
Klaster Tiban, Sekupang, misalnya, merebak dari penjemputan paksa jenazah positif Covid-19 dari rumah sakit. Sudah puluhan orang yang terpapar dari klaster ini.
Bahkan ada di antaranya yang memperlihatkan perilaku buruk, dengan menelan ludah jenazah tersebut dan mengusapkannya ke wajah dan berperilaku seolah-olah menantang petugas di RSKI Galang saat dikarantina. (dra/ian/blt/dna/als/hsu)