Breaking News:

HARI POLWAN 2020

Hari Polwan 1 September 2020 - Sejarah Terbentuknya Polwan di Bukittinggi, 6 Wanita Ini Perintisnya

Nelly Pauna Situmorang, Mariana Saanin Mufti, Djasmaniar Husein, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukoco dan Rosnalia Taher, adalah wanita perintis Polwan

DOKUMEN
Enam wanita perintis terbentuknya Polisi Wanita ( Polwan ) di Indonesia, yang diperingati setiap 1 September 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hari ini 1 September 2020 diperingati sebagai Hari Polisi Wanita ( Polwan) Indonesia.

Apa yang terbersit dalam benak Anda ketika mendengar kata Polwan?

Polisi Wanita ( Polwan ) mungkin menjadi sosok yang merepresentasikan nilai-nilai keberanian pada diri perempuan.

Tribuners, ternyata dulu yang masuk ke organisasi kepolisian itu hanyalah para laki-laki.

Jadwal Lengkap Liga Spanyol Musim 2020 - 2021 - El Clasico Pekan 7 dan Pekan 30: Tanpa Lionel Messi?

Data Corona 33 Provinsi Indonesia Selasa 1 September Pagi, DKI Jakarta, Jatim, dan Jateng Tertinggi

Jadwal Liga Spanyol Pekan 1, Barcelona, Real Madrid, dan Ateltico Madrid vs Sevilla Ditunda

Ada yang tau gak sih sejarah terbentuknya Polwan itu sendiri?

Pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan yang ke 70 digelar Polisi Daerah (Polda) Kepri, saat bertindak sebagai Inspektur upacara, Kapolda Kepri saat itu, Irjen Pol Andap Budhi Revanto menceritakan sejarah berdirinya Polwan Indonesia.

Disampaikanya, Polwan lahir pada 1 September 1948, di kota Bukittinggi Sumatera Barat.

Polwan, dapat didefenisikan sebagai satuan Polisi khusus yang berjenis kelamin wanita.


Enam wanita yang menjadi Polisi Wanita pertama di Indonesia di Bukittinggi, Sumatera Barat (dokumentasi koleksi adrinkahar)

Setelah Indonesia merdeka, Organisasi Wanita dan Wanita Islam mengajukan permohonan kepada Pemerintah dan Jawatan Kepolisian Negara untuk mengikut sertakan wanita dalam pendidikan kepolisian guna menangani masalah kejahatan yang melibatkan anak-anak dan wanita dengan alasan kurang pantas seorang laki-laki memeriksa atau menggeledah tersangka wanita yang bukan muhrimnya, dan di khawatirkan adanya perlakuan kurang terhormat terhadap tersangka wanita selama dalam tahanan.

"Hingga pada 1 September 1948 Jawatan kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi membuka kesempatan bagi wanita mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittingi yang diikuti oleh 6 orang wanita di ranah Minang," katanya, Senin (03/09/2018).

Halaman
1234
Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved