Breaking News:

TRIBUN WIKI

Dramatis, Begini Peran Kho Tjioe Liang, Dokter TNI yang Evakuasi Jenazah 7 Jenderal di Lubang Buaya

Saat periode pasca-Gerakan 30 September 1966,Kho Tjioe Liang bertugas mengevakuasi jenazah tujuh Pahlawan Revolusi yang berada di sumur Lubang Buaya.

Kompas.com
Khoe Tjioe Liang, dokter TNI yang mengevakuasi 7 pahlawan revolusi dari lubang buaya. 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Lubang buaya atau sumur buaya tak bisa dilepaskan dari tragisnya peristiwa G30S/PKI.

Di sana lah 7 pahlawan revolusi dikubur dengan sangat tidak layak setelah tewas.

Beberapa hari kemudian pasca peristiwa itu, ketujuhnya bisa dievakuasi untuk dikuburkan dengan layak.

Hal ini tak lepas dari peran tim Kesatuan Intai Amphibi (Kipam)

Satu dari anggotanya, yakni Kho Tjioe Liang bertugas mengevakuasi mayat ketujuh jenderal tersebut.

Kho Tjioe Liang merupakan seorang dokter keturunan Tionghoa berpangkat Letnan Satu (Lettu) Kesehatan di Korps Komando Operasi (KKO) yang kini telah berubah nama menjadi Korps Marinir.

Saat periode pasca-Gerakan 30 September 1966, dia bertugas mengevakuasi jenazah tujuh Pahlawan Revolusi yang berada di sumur Lubang Buaya.

Atas upaya yang dilakukan tim itulah, diketahui kondisi jenazah Pahlawan Revolusi tidak mengalami perusakan atau mutilasi secara mengerikan seperti digambarkan dalam film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI (1984), yang menjadi tayangan wajib televisi pada masa Orde Baru.

Dikubur di sumur tua

Dilansir dari buku Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran Sejak Nusantara Sampai Indonesia (2014) karya Iwan Santosa, operasi pengangkatan jenazah ketujuh Pahlawan Revolusi itu dimulai dengan manuver yang dilakukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau yang kini disebut Kopassus di bawah kepemimpinan Mayor (Inf) CI Santoso di kawasan Lubang Buaya pada 3 Oktober 1965.

Kendala teknis pun dihadapi.

Jenazah tersebut berada di dalam sebuah sumur tua berdiameter 0,75 meter dengan kedalaman 10 meter.

Lokasi sumur tersebut terpaut 3 meter dari rumah seorang guru aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI).

Posisi jenazah dalam kondisi terbalik, kepala di bawah dan kaki di atas lantaran diduga dilemparkan secara sembarangan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved