Breaking News:

Jokowi Semprot Semua Menteri, Komunikasi Soal UU Cipta Kerja Sangat Jelek, Moeldoko: Kami Ditegur

Mantan Panglima TNI Moeldoko menyampaikan, teguran itu disampaikan Presiden terutama sat para menteri menjelaskan Omnibus Law ke publik

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.(AKBAR NUGROHO GUMAY) via Kompas.com
Jokowi Semprot Semua Menteri, Komunikasi Soal UU Cipta Kerja Sangat Jelek, Moeldoko: Kami Ditegur 

TRIBUNBATAM.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur seluruh menterinya.

Teguran diberikan lantaran gaya komunikasi para menteri dianggap sangat jelek ke publik.

Baca juga: TERUNGKAP, Ternyata Luhut Binsar dan 4 Tokoh ini Inisiator Omnibus Law di Indonesia

Baca juga: KRONOLOGI Nenek Roslina Sergah Polisi Saat Demo Tolak Omnibus Law, Ayah Saya Juga ABRI

Baca juga: TOPIK ILC HARI INI: 1 Tahun Pemerintahan Jokowi, Netizen Tanya Omnibus Law Tak Jadi Tema ILC TV One

Mantan Panglima TNI Moeldoko menyampaikan, teguran itu disampaikan Presiden terutama sat para menteri menjelaskan Omnibus Law ke publik.

Unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Jumat (16/10/2020) diwarnai ritual para dukun yang mengirimkan santet ke Gedung DPR RI.
Unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Jumat (16/10/2020) diwarnai ritual para dukun yang mengirimkan santet ke Gedung DPR RI. (Tribunnews.com/ Danang Triatmojo)

Menurut Kepala Staf Presiden tersebut akibat gaya komunikasi buruk akhirnya Omnibus Law mendapat penolakan dari publik.

Baca juga: Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Akan Kembali Turun ke Jalan, Jumat 16 Oktober 2020

Baca juga: Tak Digubris Pemerintah! 6.000 Massa BEM Seluruh Indonesia Hari Ini Demo Tolak Omnibus Law di Istana

Baca juga: Demo Berjilid Tolak Omnibus Law, Hari Ini 6.000 Mahasiswa Menuju Istana, 20.000 Buruh Turun ke Jalan

"Khusus Omnibus Cipta Kerja, memang ada masukan dari banyak pihak.

Kami semua ditegur Presiden, komunikasi publik kami sungguh sangat jelek," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Keranda bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani diarak pengunjukrasa Tolak Omnibus Law di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2020) sore.
Keranda bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani diarak pengunjukrasa Tolak Omnibus Law di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2020) sore. (istimewa)

Bahkan, aksi unjuk rasa dari kelompok buruh dan mahasiswa masih terus digelar hingga saat ini.

Menurut Moeldoko, para menteri kini mulai memperbaiki gaya komunikasinya di hadapan publik, khususnya saat berbicara soal UU Cipta Kerja.

Baca juga: Pidato Elite Negara Tak Redam Demo Tolak Omnibus Law! Massa Bertahan di Alun-alun Purwokerto

Baca juga: Polisi Hentikan Truk, Begitu Dibuka Ternyata Sekelompok Pelajar, Diduga Hendak Demo Omnibus Law

Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman antara pemerintah dengan masyarakat.

"Untuk itu, ini sebuah masukan dari luar maupun teguran dari Presiden, kita segera berbenah diri untuk perbaikan ke depan dengan baik," katanya.

Baca juga: Menguak Keberadaan Presiden Jokowi saat Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Rusuh Lagi

Moeldoko mengakui di era dimana teknologi informasi berkembang pesat, pemerintah terkadang kewalahan menghadapi disinformasi dan hoaks di media sosial.

Tetapi, ia menegaskan, hal itu bukan sebuah alasan bagi untuk tidak berkomunikasi dengan baik.

Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko pasca bertemu presiden
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko pasca bertemu presiden (Tribun News)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved