Pidato Elite Negara Tak Redam Demo Tolak Omnibus Law! Massa Bertahan di Alun-alun Purwokerto
Ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Masyarakat Bergerak (Semarak), hingga Kamis malam masih bertahan di Alun-alun Purwokerto, Banyumas, Jateng
TRIBUNBATAM.ID - Gelombang aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja masih berlangsung di sejumlah daerah.
Demo yang berlangsung berhari-hari ini dilakukan serikat buruh seluruh Indonesia dan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia.
Baca juga: Gubernur Merendah ke Mahasiswa Berunjuk Rasa, Ngaku Tak Sekolah Tak Paham Omnibus Law UU Cipta Kerja
Baca juga: Unjuk Rasa Dimana-mana Tolak Omnibus Law Belum Ubah Sikap Pemerintah, Aliansi BEM Kita Belum Kalah
Tuntutan mereka tetap sama, yakni pemerintah membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja, yang pembahasannya dianggap kilat dan tak tepat di masa pandemi corona.

Upaya pemerintah yang menjelaskan tentang UU itu pun tak diterima buruh dan mahasiswa yang menganggap UU itu menggerus hak-hak buruh dan pekerja baru.
Baca juga: UU Cipta Kerja Masih Jadi Polemik, KSPI Tolak Ikut Pembahasan, Sebut Aksi Buruh Akan Bertambah
Baca juga: Mahfud MD Blak-blakan Ungkap Siapa Dalang Demo Rusuh UU Cipta Kerja di Mata Najwa: Kita List
Sementara itu ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Masyarakat Bergerak (Semarak), hingga Kamis (15/10/2020) malam masih bertahan di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Baca juga: Hotman Paris Sebut Bagian UU Cipta Kerja yang Ditakuti Majikan Tapi Tak Disadari: Selamat Bagi Buruh
Massa yang terdiri atas mahasiswa dan ormas mendesak Bupati Achmad Husein dan DPRD Banyumas menandatangani surat pernyataan menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, massa berkumpul di depan pintu gerbang Kantor Bupati dan gedung DPRD Banyumas.
Baca juga: Prabowo Subianto Tanggapi UU Cipta Kerja: Jika UU Ini Tidak Bagus, Bawa ke MK
Selepas magrib, massa berorasi yang dilanjutkan dengan menyanyi bersama dan pembacaan puisi.
Aksi unjuk rasa hari itu merupakan yang ketiga kalinya berlangsung di Purwokerto.
Sebelumnya aksi serupa digelar di alun-alun untuk menuntut DPRD Banyumas menolak Omnibus Law, Kamis (8/10/2020).
Baca juga: KPAI Sayangkan Polisi Persulit Penerbitan SKCK bagi Pelajar yang Terlibat Demo UU Cipta Kerja
Baca juga: Polisi Diminta KPAI Tidak Persulit Penerbitan SKCK Bagi Anak-anak yang Ikut Demo UU Cipta Kerja
Aksi serupa juga digelar di beberapa titik, Senin (13/10/2020).
Diberitakan sebelumnya, massa dari Semarak menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (15/10/2020).

Unjuk rasa ini diawali dengan mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang di alun-alun.
Kemudian dilanjutkan dengan menggelar Salat Asar berjemaah dan doa bersama.
Baca juga: Nikita Mirzani Berulah, Nekat Lakukan Ini ke Polisi yang Sedang Amankan Demo Tolak UU Cipta Kerja
Baca juga: Rizieq Shihab Pulang Pimpin Demo UU Cipta Kerja?, Simak Penjelasan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi
Koordinator Lapangan Fakhrul Firdausi dalam orasinya menuntut Bupati Banyumas Achmad Husein menandatangani surat pernyataan menolak UU Cipta Kerja.
"Omnibus Law ini cacat materil dan formil," kata Fakhrul.
Baca juga: Akun Bodong Serang AHY & SBY, Dituduh Dalang Demo UU Cipta Kerja, Alhamdulillah Rakyat Cerdas
.
.
.
(*)
Pidato Elite Negara Tak Redam Demo Tolak Omnibus Law! Massa Bertahan di Alun-alun Purwokerto
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Bertahan di Alun-alun Purwokerto hingga Malam