Saat Jokowi Sebut Tak Ada Negara Kebal Pandemi, Optimistis Perekonomian Indonesia Pulih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kalimat optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan pulih meski diterjang pandemi corona

Capture video
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebut Tak Ada Negara Kebal Pandemi, Optimistis Perekonomian Indonesia Pulih 

Saat Jokowi Sebut Tak Ada Negara Kebal Pandemi, Optimistis Perekonomian Indonesia Pulih

TRIBUNBATAM.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kalimat optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan pulih.

Berbicara saat memberi sambutan secara virtual di peringatan hari ulang tahun ke-56 Partai Golkar, Jokowi menyinggung dampak luar biasa yang diakibatkan pandemi corona.

Baca juga: Joe Biden Janjikan Vaksin Corona Gratis jika Terpilih jadi Presiden AS

Baca juga: Kapasitas Hampir Penuh, Pasien Positif Corona di RSKI Galang Tambah 10 Orang Hari Ini

Melalui siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (25/10/2020) malam, Jokowi mengatakan Covid-19 menciptakan efek domino, mulai masalah kesehatan hingga sosial dan ekonomi.

Ilustrasi aktivitas warga di masa pandemi
Ilustrasi aktivitas warga di masa pandemi (STRAITS TIMES)

Baca juga: 186 Karyawan PT PCI Elektronik Positif Covid-19, Total 1.098 Karyawan Swasta di Batam Kena Corona

Ia mengatakan seluruh lapisan masyarakat terkena dampak, mulai dari tingkatan rumah tangga, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga korporasi.

"Perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi, bahkan resesi.

Tak ada yang kebal dari pandemi, termasuk negara kita Indonesia" kata Jokowi.

Baca juga: RSUD Muhammad Sani Penuh, 8 Pasien Positif Corona di Karimun Dibawa ke RSKI Covid-19 Galang

Baca juga: Batam Tambah 98 Kasus Baru Corona, Total 2.390 Positif Covid-19, Delapan Kecamatan Zona Merah

Kepala Negara menjelaskan, sebelum pandemi, ekonomi Indonesia selalu tumbuh sekitar 5 persen.

Presiden Joko Widodo berpidato usai dilantik menjadi presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.(AKBAR NUGROHO GUMAY)
Presiden Joko Widodo berpidato usai dilantik menjadi presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.(AKBAR NUGROHO GUMAY) (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.(AKBAR NUGROHO GUMAY) via Kompas.com)

Di tahun 2019 misalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02 persen.

Akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 2,97 persen di triwulan pertama, dan minus 5,32 persen di triwulan kedua tahun 2020.

Baca juga: Update Corona di Batam, Pasien Positif Tambah 98 Orang, Total 2390, Sembuh Tambah 37

Baca juga: 186 Karyawan PT PCI Elektronik Batam Terpapar Corona, Ketahuan saat Tes Swab Massal

"Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini insyaallah mampu untuk segera recovery, mampu melakukan pemulihan," imbuhnya.

Baca juga: Pemkab Karimun Berlakukan Jam Malam, Virus Corona di Karimun Kian Memprihatinkan

Hal tersebut terlihat dari pergerakan berbagai indikator strategis selama triwulan ketiga tahun 2020 yang telah menunjukkan perbaikan.

Harga-harga pangan seperti beras tetap terjaga.

Antisipasi masuknya virus corona, petugas memeriksa suhu tubuh wisatawan yang baru tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Selasa (28/1/2020)
Antisipasi masuknya virus corona, petugas memeriksa suhu tubuh wisatawan yang baru tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Selasa (28/1/2020) (TRIBUNBATAM.ID/ARGIANTO)

Selain itu, jumlah penumpang angkutan udara di bulan Agustus 2020 naik 36 persen dari bulan sebelumnya.

Baca juga: Update Covid-19 di Kepri, Tambah 38 Kasus Positif, 4 Meninggal Dunia, 6 Sembuh Corona

Neraca perdagangan September 2020 juga surplus 2,44 miliar dolar AS.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved