Breaking News:

Kepala BPBD Pusing: Pesta Pernikahan Anak Dibubarkan Polisi, Padahal Sudah Undang 2.000 Orang

Bukannya memberi contoh menjalankan protokol kesehatan ke masyarakat, pejabat ini malah asyik menggelar hajatan besar di masa pandemi virus corona

Dok. Polsek Semboro/Kompas.com
Foto ilustrasi polisi sektor Semboro Jember membubarkan pesta pernikahan yang melibatkan banyak warga dan tak taat protokol kesehatan 

TRIBUNBATAM.id - Bukannya memberi contoh menjalankan protokol kesehatan kepada masyarakat umum, pejabat ini malah asyik menggelar hajatan besar di masa pandemi virus corona.

Parahnya yang melakukan hajatan adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

BPBD di semua kabupaten/kota maupun provinsi, biasanya masuk dalam unsur Satgas Penanggulangan Covid-19.

BDPB berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yang menjadi penanggung jawab penanganan pandemi  virus corona.

Peristiwa tak patut ini dilakukan Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir pada Sabtu (21/11/2020) lalu.

Ia menikahkan anaknya bertempat di Gedung Politeknik Pertanian dan terpaksa dibubarkan polisi.

Baca juga: Penyebab Polisi Tak Bisa Proses Keramaian Pencalonan Anak Jokowi, Bandingkan Dengan Habib Rizieq

Baca juga: Akun Polda Metro Jaya Diserbu Netizen, Kecewa Karena Biarkan Keramaian Habib Rizieq Shihab

Di tengah acara resepsi yang sedang berlangsung, sekitar pukul 10.00 WIB, polisi datang dan kemudian meminta tamu yang hadir meninggalkan gedung.

Sementara di depan pintu masuk, polisi berjaga dan melarang tamu masuk dengan memakai papan pengumuman yang bertuliskan "Polres 50 Kota, Pro Justitia, Acara Pesta Dihentikan".

Polisi membubarkan paksa pesta anak pejabat di Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (21/11/2020)
Polisi membubarkan paksa pesta anak pejabat di Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (21/11/2020) (Foto: Polres 50 Kota)

Polisi juga meminta panitia membuka tenda-tenda yang terpasang di depan gedung.

"Kita terpaksa membubarkan acara pesta anak Kepala BPBD, Pak Joni Amir.

Ini karena melanggar protokol Covid-19 dengan menghadirkan kerumunan banyak orang," kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso dikutip dari Kompas.com, Sabtu (21/11/2020).

Trisno mengatakan sebelum dibubarkan paksa, pihaknya jauh-jauh hari sudah memberitahu bahwa tidak boleh menggelar resepsi pernikahan.

Baca juga: Datangi Pasar hingga Food Court, Polda Kepri Gelar Patroli Tempat Keramaian

"Sekitar 3 minggu lalu, Pak Joni sudah datang ke tempat saya.

Saya sudah katakan resepsi tidak boleh.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved