HUMAN INTEREST
Kisah Iwan Kurniawan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilo Sabu-sabu di Aceh, Kini Tugas di BC Batam
Kabid P2 BC Batam, Iwan Kurniawan bilang, tantangan saat itu sangat luar biasa. Karena dia dan tim langsung terjun ke laut.Sabu mencapai ratusan kilo
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Keberhasilan yang diraih Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam (KPU BC) saat ini, tidak luput dari campur tangan Kabid Penindakan dan Penyidikan KPU Bea dan Cukai Batam.
Ia adalah Iwan Kurniawan. Dari tahun ke tahun, Iwan dan anggotanya selalu mencetak rekor baik selama bertugas di Bea dan Cukai.
Dengan pengalaman dan jam terbang tinggi, Iwan mengaku senang menjalankan tugasnya.
"Biasanya kami mengawasi kegiatan ekspor dan impor yang menyangkut kepabeanan di Batam baik patroli di laut, Terminal Ferry, Terminal Bandara, maupun kegiatan Cukai lainnya," tutur Iwan kepada Tribun Batam.id, Selasa (22/12/2020).
Tercatat, dari hasil operasi Bea dan Cukai Batam selama 2020, paling dominan yakni penangkapan narkoba.
Baca juga: Penerimaan Negara Capai Rp 285,67 Miliar dari Bea dan Cukai Batam, Lampaui Target?
Baca juga: Bea dan Cukai Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal di Sejumlah Wilayah
"Selama tahun 2020 sekitar 500 kali kami melakukan penindakan yang tergolong dari operasi Cukai, operasi narkotika dan operasi di laut lainnya," sambungnya.
Dari penangkapan narkoba itu pula, kerugian negara diperkirakan mencapai Miliaran Rupiah. Selama bertugas di Bea dan Cukai, banyak hal berkesan yang dirasakan Iwan. Tak hanya pengalaman yang baik-baik saja, termasuk yang menantang.
"Banyak hal baik yang berkesan. Namun hampir semuanya ada tantangannya," kata Iwan.
Contohnya, ketika ia melakukan patroli di laut. Yang paling berkesan itu, saat Iwan dan timnya melakukan pengawasan sabu-sabu di Aceh pada 2019 lalu.
Ya, Iwan selalu terjun langsung ke lapangan untuk memastikan operasi itu berjalan lancar.
Selama pengawasan, Iwan dan timnya selalu siap siaga. Itu karena yang dihadapi merupakan musuh yang berbahaya, dan nyawalah yang menjadi taruhannya.
"Itu tantangannya sangat luar biasa, karena kita langsung terjun ke laut. Jumlah sabu saat itu mencapai puluhan sampai ratusan kilogram," imbuhnya.
Meski demikian, ia mengaku banyak sukanya saat melakukan tugas tersebut.
"Memang tugas kita menjaga perbatasan di wilayah Sumatera ini. Karena untuk wilayah Sumatera sendiri merupakan daerah penyelundupan sabu terbesar di Indonesia," ujarnya lagi.
Selain di Aceh, Iwan juga pernah bertugas di Tanjung Balai Karimun, Kalimantan, Medan, Surabaya dan kini di Batam.