KARIMUN TERKINI

Terkendala Covid-19, Rencana Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun Tertunda

Fanani Zuhri bilang, realisasi rencana pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun tertunda hingga kondisi keuangan negara kembali normal

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Elhadif Putra
Pesawat maskapai Susi Air saat berada di Bandara Raja Haji Abdullah Karimun, Provinsi Kepri, Sabtu (16/5/2020). Terkendala Covid-19, Rencana Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun Tertunda 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Terkendala Covid-19, rencana pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun tertunda.

Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) di Sei Bati, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri tertunda akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah pusat berencana menggelontorkan dana Rp 100 miliar untuk perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Raja Haji Abdullah (RHA).

Namun karena anggaran Pemerintah Pusat banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19, rencana pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah terpaksa ditunda.

Hal ini disampaikan Kepala Bandara RHA Karimun, Fanani Zuhri.

Baca juga: Pemkab Karimun Gerak Cepat Follow Up Rencana Menhub Tambah Panjang Runway Bandara RHA

Baca juga: Pemkab Rapat dengan Otoritas Bandara dan BPN Bahas Runway Bandara RHA Karimun

"Realisasi rencana pengembangan bandara tertunda sementara waktu hingga kondisi keuangan negara kembali normal," kata Fanani, baru-baru ini.

Ia melanjutkan, setelah keuangan negara membaik, pihaknya akan kembali mendorong pemerintah pusat untuk merealisasikan rencana yang tertunda itu.

Sementara itu pada 2021 mendatang, ada beberapa pekerjaan yang akan dilakukan pihaknya di sekitar bandara.

"Tahun depan rencananya kita hanya bisa melakukan pemagaran dan pemadatan area ke arah laut. Anggarannya sekitar Rp 3,3 miliar," ucapnya.

Untuk tahun 2020 ini, pihaknya telah melakukan pengembangan di bagian turning area dan area parkir bandara. Secara keseluruhan, pengembangannya telah selesai dikerjakan dan dapat digunakan.

"Tahun ini kita bangun turning area, agar pesawat yang lebih besar dapat masuk. Selanjutnya juga area parkir kini lebih luas, pelan-pelan kita bangun," katanya.

Rencana awal, pada 2021 nanti akan ada perluasan area landasan bandara ke arah laut. Panjang landasan yang saat ini sepanjang 1400 meter akan diperpanjang ke 2000 meter.

"Jadi ada sekitar 600 meter penambahan. Akan tetapi karena ada pandemi ini terpaksa ditunda, dan kita hanya melakukan pengembangan sedikit saja," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat mendukung penuh rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) di Sei Bati Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun.

Dukungan itu diwujudkan dalam gelontoran anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk mewujudkan runway Bandara RHA menjadi 2 ribu meter.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved