Jumat, 1 Mei 2026

Padahal Dikenal Negara Maju di Asia Tenggara dan Lampaui RI, Singapura Hadapi Resesi Terburuk

Virus corona benar-benar membuat banyak dunia berdarah-darah, banyak negara ekonominya terseok-seok tak terkecuali Singapura yang dianggap negara maju

Tayang:
freepik.com
Padahal Dikenal Negara Maju di Asia Tenggara dan Lampaui RI, Singapura Hadapi Resesi Terburuk 

TRIBUNBATAM.id - Padahal Dikenal Negara Maju di Asia Tenggara dan Lampaui RI, Singapura Hadapi Resesi Terburuk.

Virus corona benar-benar membuat banyak dunia berdarah-darah.

Virus yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, China itu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Ia menghancurkan ekonomi banyak negara-negara, tak terkecuali Singapura yang dikenal negara maju di Asia.

Wisatawan di Bandara Changi Singapura, Selasa (24/3/2020)
Wisatawan di Bandara Changi Singapura, Selasa (24/3/2020) (straitstimes.com)

Namun, negara mungil ini dinilai sukses mengendalikan penyebaran virus corona.

Terlihat dari sedikitnya pasien positif yang sekarang tengah dirawat.

Baca juga: Selain Vaksin Pfizer, Singapura Juga Pakai Vaksin Moderna dan Sinovac, Menkes: Akan Datang Bertahap

Baca juga: Lima Maskapai Terbaik Dunia Versi Tantra Tobing, Singapura Peringkat 5, Bagaimana Indonesia?

Baca juga: Proyek Kereta Cepat Singapura - Malaysia Batal Terwujud, Malaysia Harus Bayar Kompensasi

Berdasarkan data dari worldometers.info pada Senin (4/1/2021), Singapura hanya memiliki 58.697 kasus positif.

Walau begitu, mereka hanya punya 29 kasus kematian, terendah di antara negara lainnya.

Ditambah 58.487 orang dinyatakan sembuh.

Hanya saja, walau kasus virus corona di Singapura begitu rendah, Singapura juga terkena resesi ekonomi.

Vaksin virus corona buatan Pfizer BioNTech tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura, Senin malam (21/12/2020).  (ST FILE)
Vaksin virus corona buatan Pfizer BioNTech tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura, Senin malam (21/12/2020). (ST FILE) (The Straits Times)

Bahkan, dilansir dari reuters.com pada Senin (4/1/2021), Singapura menandai resesi terburuknya pada tahun 2020, karena pandemi Covid-19, meskipun kontraksi berkurang pada kuartal keempat.

Ini karena negara itu mencabut lebih banyak pembatasan terkait virus corona, menempatkan ekonomi di jalur pemulihan yang lambat dan tidak merata.

Baca juga: Hari Ini, Nakes di Singapura jadi yang Pertama Terima Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Filipina Iri ke Indonesia dan Singapura, Mencak-mencak Ancam Militer Amerika Jika Tolak Hal Ini!

Ekonomi penentu arah menyusut 5,8 persen pada tahun 2020, data awal menunjukkan pada hari Senin, sedikit lebih baik dari perkiraan resmi untuk kontraksi antara 6,5  persen dan 6 persen.

Pemerintah sebelumnya mengatakan mengharapkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 4  persen hingga 6 persen tahun ini.

Foto Perayaan Tahun Baru 2021 di Singapura - Sejumlah warga terlihat di Marina Bay Sand menyaksikan malam pergantian tahun di Singapura yang bermandikan cahayaKamis, (31/12/2020).
Foto Perayaan Tahun Baru 2021 di Singapura - Sejumlah warga terlihat di Marina Bay Sand menyaksikan malam pergantian tahun di Singapura yang bermandikan cahayaKamis, (31/12/2020). (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Negara itu telah melonggarkan sebagian besar aturan virus corona, meskipun sebagian besar perbatasannya tetap ditutup.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved