TANJUNGPINANG TERKINI
Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil, Disperdagin Tanjungpinang Pasrah
Perajin tahu dan tempe di Tanjungpinang, Solehan bilang, harga kedelai sebelum naik Rp 360 ribu per karung ukuran 50 Kg,kini sudah Rp 500 ribu
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
Di samping itu, Yani juga menyebutkan Pemerintah Pusat (Kemendag - Red) telah turun ke Tanjungpinang dan melakukan justifikasi terhadap kondisi di lapangan.
"Kita juga telah melengkapi beberapa persyaratan yang ada dan mengisi form yang diminta oleh Kementerian Perdagangan. Maka dari itu, kita berharap besar ini bisa direalisasikan di tahun 2021 ini, ungkapnya.
Harga Kedelai Naik, Pedagang Mogok
Diberitakan, kedelai kini jadi perbincangan hangat.
Harganya yang meroket membuat pengusaha tempe dan tahu menjerit.
Para pengusaha kompak menghentikan produksi.
Akibatnya tempe hilang dari pasaran.
Berikut sejumlah fakta terkait harga kedelai yang terus melonjak hingga Presiden Jokowi diminta turun tangan.
Presiden Jokowi Diminta Turun Tangan
Pengusaha tempe di Bekasi, Jawa Barat, meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertindak atas harga kedelai naik tinggi.
Pasalnya, harga normal kedelai per kwintal Rp 680.000 saat ini menjadi Rp 930.000.
"Tolong pak menteri dan Pak Presiden Jokowi untuk bertindak, ini semakin hari semakin naik terus harga kedelai," kata Saari (60), produsen tempe di Gang Mawar, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (3/1/2021).
Saari meminta, harga kedelai dapat ditekan hingga kembali ke normal.
Alasannya, jika harga kedelai naik terus terpaksa harga jual tempe ikut naik.
"Untuk pemerintah jangan terlalu kencang gini, bahaya nantinya. Orang Indonesia kalau tidak makan tempe nanti penasaran," ujarnya.
Produsen tempe lainnya di Bekasi juga meminta hal serupa.